Polemik Renovasi Halte Tosari dan Terhalangnya Patung Selamat Datang 'Ikon' DKI

Polemik Renovasi Halte Tosari dan Terhalangnya Patung Selamat Datang 'Ikon' DKI
Bunga Matahari Percantik Kawasan Bundaran HI. ©2021 Merdeka.com
JAKARTA | 6 Oktober 2022 11:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perbaikan demi perbaikan dilakukan Transjakarta bersama Pemprov DKI sebagai upaya meningkatkan pelayanan terhadap penumpang. Salah satu dengan melakukan renovasi halte Transjakarta Tosari - Bundaran Hotel Indonesia.

Sayangnya, halte berkonsep megah dan modern itu menuai polemik. Sebabnya, konstruksi yang dibangun seolah mengesampingkan keberadaan Patung Selamat Datang yang menjadi landmark Kota Jakarta.

Patung Selamat Datang divisualisasikan sepasang manusia sedang melambaikan tangan dan menggenggam bunga. Patung berdiri tegak di atas penyangga di tengah kolam Bundaran HI.

Ketua Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta Boy Bhirawa menyayangkan revitalisasi tak mempertimbangkan estetika dari Patung Selamat Datang. Karena akibat bangunan dua lantai pada halte tersebut, patung tersebut menjadi terhalang.

Memang, kata Boy, kebijakan yang mengatur soal visualisasi warisan budaya nasional memang tidak dijelaskan secara spesifik. Namun, untuk memaknai suatu cagar budaya seharusnya pihak kontraktor memahami aturan visual. Sebab renovasi halte seolah membuatang signifikansi budaya Patung Selamat Datang telah diremehkan.

“Secara tertulis memang aturan visual tidak spesifik. Tapi, makna yang dilarang cukup clear. Nilai signifikansinya direndahkan (diabaikan),” kata Boy, saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.

Selain itu, sepatutnya pembangunan halte juga memahami sisi urban design. Renovasi hang dilakukan membuat area sekitar patung ikon Ibukota kehilangan orientasinya. Dampaknya, masyarakat tidak lagi melihat peran Patung Selamat datang sebagai pemandu.

“Di area itu, kita jadi kehilangan orientasi. Karena, tidak bisa melihat landmark yang berperan menjadi panduan,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Sejarah Singkat Patung Selamat Datang

Patung Selamat Datang merupakan warisan budaya nasional yang tervisualisasi oleh sepasang manusia sedang melambaikan tangan dan menggenggam bunga.

Monumen Selamat Datang berdiri di tengah Bundaran HI menjadi salah satu ikon populer yang ada di Indonesia. Mulanya, pembangunan patung ini dilakukan menjelang perhelatan acara Asian Games IV pada tahun 1962. Saat itu, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk pesta olahraga terbesar di Asia.

Hal itu membuat Presiden Soekarno yang saat itu masih menjabat, ingin membuat monumen sebagai simbol penyambutan para tamu-tamu negara termasuk kontingen atlet dari berbagai negara yang datang untuk kompetisi Asian Games. Maka, patung kembar ini dibangun sebagai simbol penyambutan.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

Baca juga:
Sejarah Patung Selamat Datang, Ikon Jakarta yang Kini Terhalang Revitalisasi Halte
Pro dan Kontra Pembangunan Halte Bundaran HI Halangi Patung Selamat Datang
Sosialisasi UU Tindak Pelaku Kekerasan Seksual Saat Car Free Day di Bundaran HI
Kirab Merah Putih Dimulai, Warga Antusias Padati Bundaran HI
Sambut HUT RI, Warga Kenakan Kostum Unik Saat CFD
Aksi Seribu Lilin Keadilan di Bundaran HI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini