Polisi Lakukan Trauma Healing Terhadap ABG Korban Pemerkosaan di Bekasi

Polisi Lakukan Trauma Healing Terhadap ABG Korban Pemerkosaan di Bekasi
ilustrasi pemerkosaan. ©2020 Merdeka.com
JAKARTA | 17 Mei 2021 23:15 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi masih memburu satu orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial RTS (27). Ia diburu terkait aksi pencurian serta melakukan pemerkosaan terhadap seorang anak berinisial ASA (15) di Jalan Bintara I No 99 Rt 08/02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, korban saat ini mengalami trauma akibat kejadian yang menimpa dirinya tersebut. Oleh karena itu, petugas saat ini mencoba melakukan trauma healing (penyembuhan trauma) terhadap korban.

"Korban saat ini kita coba trauma healing dari psikolog kepolisian, karena dia di bawah umur. Jadi kita juga tidak bisa disebutkan identitasnya, untuk kita bisa tahu kejiwaan karena pasti korban trauma. Kita juga koordinasi dengan perlindungan anak," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (17/5).

Yusri menjelaskan, saat itu korban sempat dibekap oleh RTS dengan menggunakan bonek ketika ingin menyetubuhi ASA.

"Jadi gini, pada saat melakukan aksinya pemerkosaan, korban sempat dibekap oleh pelaku menggunakan boneka. Dijadikan bantal oleh korban untuk tidur, ini yang digunakan untuk membekap korban," jelasnya.

"Yang masuk ke dalam rumah tersebut, yang jadi DPO inisial RTS. RP yang bonceng dia yang bonceng RTS dan mengawasi aksi tersebut," sambungnya.

Sebelumnya, Polisi telah mengamankan dua orang pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sekaligus melakukan aksi pencurian di kawasan Jalan Bintara I No 99 Rt 08/02, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Kedua pelaku diketahui berinisial RP (29) dan AH (35) dan satu orang DPO berinisial RTS (27).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kejadian bermula saat RTS bertemu dengan RP di daerah Artha Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (15/5) sekitar pukul 20.00 Wib. Pertemuan saat itu untuk melakukan pencurian.

"Selanjutnya tersangka RP dan tersangka RTS meminjam motor Honda Supra X 125 warna merah milik tersangka AH. Setelah dipinjamkan motor, kemudian tersangka RP diboncengi oleh tersangka RTS menuju rumah tersangka RTS untuk mengambil tang yang akan digunakan untuk melakukan pencurian," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (17/5).

Selanjutnya, RTS dan RP pun langsung pergi menuju lokasi kejadian yakni Bintara, Bekasi Barat dengan menggunakan motor yang dipinjam dari AH.

"Sesampai di jembatan yang terletak di atas jalan tol di daerah Bintara, tersangka RTS bersama dengan tersangka RP berjalan kaki menuju bawah jembatan tersebut dilanjutkan dengan menyeberangi jalan tol untuk mencari rumah yang akan dijadikan target dengan dengan melewati rawa-rawa," ujarnya.

Kemudian, RTS pun menargetkan sebuah rumah yang berada di lokasi kejadian di atas tersebut. Selanjutnya, ia meminta RP untuk menunggu dan mengawasi situasi sekitar dari luar rumah.

"Selanjutnya tersangka RTS memanjat tembok belakang rumah dan masuk melalui lubang ventilasi yang ada di bagian atas belakang rumah tersebut dan tersangka RP menunggu di semak-semak yang tidak jauh dari rumah tersebut untuk mengawasi situasi," jelasnya.

Setubuhi Anak di bawah Umur

Saat RTS masuk ke dalam rumah korban, sekitar pukul 04.30 Wib. Korban berinisial ASA (15) saat itu tengah melihat Tiktok di handphone miliknya tersebut.

"Sekira pukul 04.30 Wib, korban ASA sedang melihat Tiktok di handphone dengan posisi tidur di atas kasur ruang tengah sendirian sambil miring ke kiri, lalu tiba-tiba tersangka RTS datang dari arah belakang korban langsung menutup mata dan mulut korban," ucapnya.

"Selanjutnya tersangka RTS membisikan ke telinga korban 'mau dibunuh atau diperkosa'. Setelah itu tersangka RTS memperkosa korban ASA, dan tindakan tersebut diakhiri dengan tersangka RTS mendorong kepala korban ke kasur sambil berkata 'jangan nengok atau enggak dibunuh'," sambungnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 480 KUHP. (mdk/ded)

Baca juga:
Polisi Beberkan Rekam Jejak Dua Orang Jaringan Pelaku Pencurian di Bekasi
Polisi Buru Satu Pelaku Pencuri dan Pemerkosa Anak di Bekasi, Dua Rekannya Ditangkap
Pelaku Pencabulan Bocah di Tomohon Ditangkap Saat Pesta Miras
Pemuda Cabuli ABG di Rokan Hulu Sejak 2018, Modus Ajak Jalan
Setubuhi Bocah 13 Tahun, 5 Pelajar di Buleleng Masuk Bui
Predator 35 Anak Laki-laki di Prabumulih Juga Jajakan Diri ke Pria Hidung Belang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami