Polisi Tak Keluarkan Izin Rencana Aksi di Rumah Prabowo

JAKARTA | 15 Juli 2019 14:07 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi berencana menggelar aksi di depan Kediaman Prabowo Subianto yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun kepolisian tidak memberikan izin karena lokasi tempat digelarnya aksi merupakan fasilitas pribadi.

"Bagaimanapun fasilitas pribadi itu dilarang jadi objek unjuk rasa, ini kan rumah, tidak boleh di sini," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, saat dikonfirmasi, Senin (15/7).

Walaupun tidak mengeluarkan izin, kepolisian tetap menyiagakan personelnya.

"Mereka harus tahu bahwa aturan-aturan khususnya yang menjadi objek unjuk rasa tidak dibenarkan di fasilitas-fasilitas pribadi, apalagi rumah seperti ini enggak boleh. Jadi, tentunya pasti dari pihak kepolisian tidak akan mengizinkan mereka melakukan ini," tegasnya.

Namun hingga saat ini, belum ada pengunjuk rasa yang datang ke lokasi. Apabila pendemo ke lokasi, pihaknya akan mencoba bernegosiasi meminta membubarkan diri.

"Kalau mereka enggak datang mereka mengerti aturan yang sudah diatur. Tapi kalau tetap datang kita lakukan upaya negosiasi, kalau tetap maksa ya kita lakukan tindakan sesuai prosedur," jelasnya.

Berikut undangan aksi tersebut :

*Undangan Peliputan Aksi*

Kepada Yth,
Rekan-rekan Media Massa & Mahasiswa di_Tempat

*Salam Perjuangan...!!!*

*JARINGAN PEMUDA PENYELAMAT KONSTITUEN PRABOWO-SANDI*

*Tuntutan :*

1. Menolak Rekonsolidasi Antara Prabowo & Jokowi

2. Menagih Janji Prabowo yang pernah menyatakan bahwa *Saya akan Timbul Tenggelam Bersama Rakyat*

3. Meminta Prabowo Untuk segera mempublikasikan Isi *surat wasiat* kepada rakyat yang pernah ditulisnya sebelum penetapan KPU

4. Meminta Prabowo meminta maaf kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi terutama ditanah air sebab dengan pertemuan antara *Jokowi dan Prabowo* telah melukai pendukung *Prabowo-Sandi*

5. Prabowo harus bertanggungjawab atas 9 orang yang telah meninggal dunia di aksi 21-23 mey 2019 dan masi banyak lagi yang masi hilang hingga saat ini.

6. Kami menyatakan menolak rekonsolidasi, sebab jika Prabowo melakukan Rekonsolidasi maka orang yang bertanggungjawab penuh atas kematian 600 *KPPS* dan 9 orang masa dari aksi *21-23 mey 2019* adalah *Prabowo*

7.Jika Prabowo rela berhianat kepada pendukung nya dengan melakukan Rekonsolidasi Maka kami memberikan penghargaan kepada pak Prabowo sebagai *Raja Cebong Indonesia*

Hari/tgl : Senin 15 Juli 2019
Jam : 10 WIB selesai
Titik aksi : Kediaman Prabowo (Jl.Kartanegara No 04 Kebayoran Baru, Jaksel.)

*#TolakRekonsolidasi*
*#RekonsolidasiBerdarah600KPPS*
*#JanganJadiPenghianatRakyat*
*#TunjukanBahwaPrabowoBukanJenderalKardus*

Jakarta, 13 Juli 2019

Mengetahui,
*Ketua JPPK Prabowo-Sandi*
*Fhais_Civil*

*Koordinator Aksi*
*M.ilham S.*

Baca juga:
Jokowi Soal Pertemuan dengan Prabowo: Bicara dari Hati ke Hati
Sekjen NasDem Ingatkan Bahaya Oligarki Kekuasaan Jika Gerindra Bergabung Pemerintah
Harapan Pengusaha di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo
Sandiaga Janji Bantu Prabowo Subianto
TGB Nilai Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tidak Bisa Menyelesaikan Semua Residu Pilpres
Sekjen NasDem: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bukan Bagi-Bagi Kekuasaan
Sekjen PPP Harap Prabowo Hadiri Pidato Politik Jokowi

(mdk/lia)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com