Polisi Terapkan Crowd Free Night Cegah Takbir Keliling di Jakarta

Polisi Terapkan Crowd Free Night Cegah Takbir Keliling di Jakarta
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran. ©2021 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah
JAKARTA | 10 Mei 2021 20:41 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran menyatakan bakal memberlakukan crowd free night di Jakarta pada malam takbiran. Langkah tersebut dilakukan demi mencegah kerumunan saat malam takbiran di tengah pandemi Covid-19.

Crowd free night akan diberlakukan pada pukul 22.00 WIB. Fadil mengatakan, petugas akan melakukan pemantauan atau filterisasi mulai pukul 18.00-22.00 WIB terhadap sejumlah kendaraan yang melakukan kerumunan.

"Kita akan berlakukan konsep crowd free night jadi tidak boleh ada yang berkerumun lebih dari 5 orang tanpa bisa menjelaskan kepentingannya untuk apa," kata Fadil di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5).

Filterisasi itu, kata dia, merupakan upaya petugas untuk menyaring sejumlah kendaraan yang tidak memiliki tujuan jelas ataupun yang akan melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan seperti takbir keliling.

Dia menegaskan bahwa pihaknya masih membolehkan masyarakat yang sedang dalam perjalanan ke pusat perbelanjaan, karena kata dia, sesuai Seruan Gubernur Nomor 5 Tahun 2021, pusat perbelanjaan pada libur lebaran 12-16 Mei 2021 ini tetap dibuka dengan jumlah pengunjung maksimal 30 persen.

"Kalau di jalan ditemui masyarakat yang mau ke mal, mereka masih bisa melangsungkan perjalanan/ kegiatannya, tapi mereka yang akan melakukan kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan, akan kita lakukan filterisasi," katanya.

Diketahui bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Seruan Gubernur yang melarang takbiran keliling. Dia mengimbau masyarakat untuk takbiran di rumah secara virtual. Karena kata dia, kapasitas musala/ masjid saat malam takbiran hanya dibatasi maksimal 10 persen.

"Mengutamakan pelaksanaan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1442 H dilakukan dari rumah melalui fasilitas virtual, terhadap pelaksanaan di Masjid dan Musala dilakukan secara terbatas dengan kapasitas 10 persen dari total kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," bunyi seruan tersebut. (mdk/gil)

Baca juga:
Cegah Kerumunan Pengunjung, Mal dan Wisata di DKI Dijaga Polisi dan TNI saat Lebaran
Akumindo: Kebijakan PSBB Buat 30 Juta UMKM Bangkrut
Cegah Pemudik Pulang Dini, Polres Tasikmalaya Siapkan Titik Sekat di Dua Wilayah Ini
Aturan Masuk Tempat Wisata di Lebak Saat Libur Lebaran, Bisa Pakai GeNose
Soroti Pemeriksaan di Perbatasan, Begini Aturan Mudik ke Yogyakarta Kata Sultan HB X

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami