Potret Rumah Dinas Lurah DKI Lama Tak Dihuni, Kotor & Jadi Gudang Alat-Alat PPSU

Potret Rumah Dinas Lurah DKI Lama Tak Dihuni, Kotor & Jadi Gudang Alat-Alat PPSU
Rumah dinas lurah Kebon Melati, Kebon Kacang dan Gelora, Kecamatan Tanah Abang yang kosong. ©2022 Merdeka.com
JAKARTA | 14 Agustus 2022 05:32 Reporter : Lydia Fransisca

Merdeka.com - Sejumlah rumah dinas lurah di DKI Jakarta kosong tak berpenghuni. Bahkan, ada beberapa di antaranya sudah menjadi sarang hantu. Kini, hanya menjadi tempat penyimpanan peralatan petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

merdeka.com mencoba menelusuri keberadaan rumah dinas lurah di DKI yang disebut-sebut lama tak berpenghuni. Yakni, di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tepatnya rumah dinas Lurah Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Gelora di Kecamatan Tanah Abang.

Ketiga rumah dinas lurah ini berada di satu lokasi, yakni Jl Mesjid I Karet Tengsin No.31, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dengan menumpangi commuter line merdeka.com turun di Stasiun Tanah Abang. Kemudian, perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek daring selama kurang lebih 15 menit dengan jarak tempuh 7 km.

rumah dinas lurah kebon melati kebon kacang dan gelora kecamatan tanah abang yang kosong
©2022 Merdeka.com

Keberadaan tiga rumah dinas lurah itu berada di dalam permukiman warga. Bukan komplek khusus rumah dinas pejabat.

Lokasinya berada di dalam gang yang hanya bisa dilalui satu mobil. Tiga rumah dinas lurah di Kecamatan Tanah Abang itu menempel satu sama lain, alias berderetan yang dipisahkan tembok.

Di depannya terdapat gedung SMPN 181 Jakarta Pusat. Pagar ketiga rumah itu berwarna senada yakni hitam. Besi pagar mulai memudar dan sedikit goyang. Tembok pun terlihat kusam dan banyak sampah daun kering.

Dengan pintu tergembok, terdapat tiga bak pengangkut sampah yang terpakir di rumah dinas lurah Kecamatan Kebon Melati dan Kebon Kacang. Namun, terlihat juga loker, rak penyimpanan barang, rak besi, dan gerobak di halaman depan rumah dinas lurah Kebon Kacang.

2 dari 3 halaman
potret rumah dinas lurah dki lama tak dihuni, kotor & jadi gudang alat-alat ppsu

Kemudian, di rumah dinas lurah Kecamatan Gelora, hanya terlihat satu sofa dan beberapa sampah di halaman depan.

Menurut Sakina, yang bertempat tinggal di sebelah ketiga rumah dinas tersebut, rumah dinas tersebut sudah lama kosong dan sempat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga yang diduga suspek Covid-19.

"Iya kosong udah lama (kosong). Enggak ada yang pernah tinggalin. Dulu jadi tempat isolasi covid. Sekarang, kelurahan direnovasi jadi keluar masuk ambil barang PPSU itu," kata Sakina.

Petugas PPSU Kelurahan Kebon Kacang Gege dan Udi membenarkan hal tersebut. Kelurahan Kebon Kacang akan direnovasi, dari yang semula memiliki tiga lantai menjadi empat lantai sehingga perlu menyewa satu tempat dan menggunakan rumah dinas lurah sebagai tempat menaruh barang-barang.

"Kan dibongkar, barang-barang ditaruh di sini. Tiga-tiganya (rumah dinas) kosong, tapi diisi barang. Diini (Atas perintah) lurahnya. Kalau yang ini (rumah dinas lurah Kebon melati) mah kosong," kata Udi.

3 dari 3 halaman
potret rumah dinas lurah dki lama tak dihuni, kotor & jadi gudang alat-alat ppsu

Lebih lanjut, Gege menceritakan rumah dinas sempat ditinggali oleh lurah yang menjabat.

"Karena kan Kelurahan Gelora dan Kebon Kacang dibongkar. Mau dibangun gedung baru. Jadi sementara untuk taruh berkas atau segala macam di sini, udah dari awal tahun lah. Dulu Pak Lurahnya pernah tinggal di sini, tapi Ibu Lurah (yang baru) enggak tinggal di sini kan ada barang. Soalnya baru tahun ini (menjabat)," kata Gege.

Untuk menjaga barang-barang tersebut, terkadang petugas PPSU tinggal di dalam rumah dinas tersebut.

Di waktu yang sama, Merdeka.com juga bertemu dengan rombongan petugas PPSU Gelora.

"Enggak (kosong) sih kak. Kita isi barang sih. Soalnya kan kelurahan kita kan mau direnovasi ya jadi sebenernya barangnya ditaruh di sini. Kursi meja ditaruh saja di sini. Semuanya juga gitu," kata salah satu petugas PPSU Kelurahan Gelora Bowo.

Bowo juga menceritakan bahwa rumah ini sempat ditinggali oleh salah satu petugas PPSU lain.

"Barang sih baru dua bulan (di sini). Dulu ada teman kita juga di sini. Berhubung ini kan mau dipakai buat barang kelurahan, jadi teman kita mau enggak mau harus cari kontrakan dulu. Tapi tinggal dalam arti suruh jaga ya, soalnya kalau enggak ditinggalin rusak," jelas Bowo.

Bowo juga menjelaskan rumah dinas lurahnya sempat dijadikan rumah isolasi.

"Ini kosongnya waktu covid kedua. Tiga rumah ini jadi isolasi," kata Bowo.

Sama seperti kelurahan Kebon Kacang, Lurah Gelora tinggal di rumah pribadinya.

"Lurah saya yang dulu tinggal di sini. Sekarang saya sudah ganti lurah. Itu kejadian ganti lurah ya covid lah, tinggi tuh. Pas banget. Ganti lurah, covid, kosong lah jadi tempat isolasi. Sebelum lurah saya yang tempatin, ada temen saya di sini buat rapihkan," kata Bowo.

(mdk/rhm)

Baca juga:
Tak Dihuni Anggota Polri Aktif, 9 Rumah Dinas di Jateng Dieksekusi
Penjelasan Detail Biaya Gorden 505 Rumah Dinas DPR: 1 Unit Dianggarkan Rp90 Juta
Alasan Sekjen DPR Anggarkan Gorden Rumah Dinas: 13 Tahun Tak Diganti, Kayak Kain Pel
Banyak Bunga Wijaya Kusuma di Rumah Dinas Gubernur Jatim, Khofifah Ungkap Filosofinya
Dicek Panglima TNI Andika, Begini Wujud Rumah Dinas Prajurit, Mewah Usai Direnovasi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini