Prostitusi di Tanjung Priok, Muncikari dan Empat Pelajar Kenal dari Facebook

Prostitusi di Tanjung Priok, Muncikari dan Empat Pelajar Kenal dari Facebook
Ilustrasi Prostitusi. ©2013 Merdeka.com/shutterstock
JAKARTA | 26 Januari 2021 19:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok menangkap seorang muncikari yang mempekerjakan empat pelajar sebagai pekerja seks komersial (PKS). Keempatnya adalah adalah F (15), D (17), AM (15), dan AR (15).

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra menjelaskan, antara muncikari berisial R dengan keempat pelajar awalnya saling mengenal lewat media sosial Facebook. "Mereka kemudian bertemu dan saling berkomunikasi," kata dia saat dihubungi, Selasa (26/1).

Paksi menyebut, R (20) mengeluarkan berbagai jurus untuk merayu mereka agar mau dieksploitasi. Mereka pun akhirnya tertarik. "Si Muncikari mencoba-coba menawarkan mereka," ujar dia.

Paksi mengaku prihatin atas kasus prostitusi yang melibatkan anak-anak. Apalagi, keempatnya diketahui berstatus sebagai pelajar.

"Tiga anak saat ini masih mengikuti belajar secara daring. Sementara satu lagi belajar secara tatap muka," ucap dia.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok berhasil membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan pelajar. Polisi turut mengamankan seorang muncikari berinisial R (20).

Paksi menjelaskan, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terutama sekuriti hotel yang curiga terhadap aktivitas anak-anak.

Di bawah komandonya, kemudian menginstruksikan anggotanya untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Salah seorang pria yang diduga sebagai muncikari diringkus di sebuah parkiran hotel pada di wilayah Sunter, Tanjung Priok pada Senin (25/1/2021) sore.

"Kami teruskan dengan melakukan penangkapan. Itu pada saat penangkapan awal pertama itu parkiran depan hotel kami menangkap muncikari pada pukul 17.30 WIB kemarin," ujar dia.

Paksi mengatakan, pihaknya menginterogasi R (20). Pengakuannya ada empat anak-anak yang berusia remaja saat itu sedang berada di dalam kamar hotel.

"Setelah kita menangkap muncikarinya kita perjelas lagi posisi anak-anak yang diduga menjadi korban eksploitasi kita mengetahui nomor kamarnya kita lakukan dobrak ternyata ada empat anak perempuan di bawah umur," ucap dia.

Paksi menjelaskan, keempat anak itu adalah F (15), D (17), AM (15), dan AR (15). Paksi menjelaskan, pihaknya melibatkan perwakilan dari Kementerian PPA untuk memberikan pendampingan kepada para korban.

"Pada saat kita melakukan penangkapan untuk si muncikari kemudian penangkapan adik-adik ini. Kita sudah tetapkan SOP penanganan anak di bawah umur. Pada saat mengamankan mereka, diinterogasi mereka didampingi orang dari Kementerian PPA," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami