PSBB di Jakarta: Motor Tak Boleh Boncengan, Sedan Dibatasi 3 Penumpang

PSBB di Jakarta: Motor Tak Boleh Boncengan, Sedan Dibatasi 3 Penumpang
JAKARTA | 8 April 2020 12:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta mulai Jumat 10 April 2020. Sejumlah ketentuan akan diterapkan mengikuti prosedur PSBB, termasuk bidang transportasi.

Situs resmi Pemprov DKI Jakarta menyatakan ada dua golongan yang terdampak PSBB. Pertama Angkutan Pribadi dan Kedua Angkutan Umum.

Pada angkutan pribadi, Anies berkebijakan untuk membedahnya menjadi empat kategori. Pertama mobil penumpang berjenis sedan. Kedua, mobil bukan jenis sedan, ketiga sepeda motor, dan keempat bus berkapasitas 7 orang.

"Sedan bermuatan 4 orang hanya boleh diisi 3 orang, 1 pengemudi depan, dan 2 penumpang di belakang," tulis siaran pers diterima, Rabu (8/4).

1 dari 1 halaman

Kemudian untuk mobil pribadi non-sedan yang memiliki kapasitas 7 orang hanya boleh diisi 4 orang. Pembagiannya, 1 pengemudi depan, 2 penumpang di tengah, dan satu penumpang di belakang.

"Untuk sepeda motor tidak boleh berboncengan, satu pengemudi saja," tegas siaran pers tersebut.

Terakhir untuk bus pribadi berkapasitas 7 orang, sementara dilarang beroperasi.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Udara Jakarta Sehat Jelang PSBB, Ada di Peringkat 78 Kota Polusi Dunia
DKI Terapkan PSBB, BI Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan
Fraksi NasDem DPRD DKI Usul Warga Tak Patuh PSBB Disanksi
PSBB Diterapkan di Jakarta, 8 Sektor Ini Tetap Berjalan
Jelang PSBB, Polisi Pastikan Kendaraan Masuk Jakarta Tak akan Diperiksa

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5