PSI Kritisi Instalasi Gabion: Apa Sih Tujuan dan Dampaknya ?

JAKARTA | 26 Agustus 2019 14:45 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sejak sepekan lalu, Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta menempatkan batu beronjong atau gabion di dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI). Gabion ini sebagai pengganti instalasi bambu Getah Getih yang telah dilepas pada pertengahan Juli lalu. Tak tanggung-tanggung, Dinas Kehutanan menggelontorkan anggaran Rp 150 juta untuk intalasi kawat beronjong diisi dengan terumbu karang tersebut.

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan tujuan penempatan batu gabion. PSI juga mempertanyakan proses perencanaan instalasi di dekat patung selamat datang itu. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

"Apa sih sebenarnya tujuannya dibuat itu, dampaknya apa dan prosesnya seperti apa," ujarnya.

Idris juga merasa heran dengan ketidaktahuan Kepala Dinas Kehutanan terkait batu tersebut. Batu itu sempat disorot pegiat lingkungan hidup Rihanna Djangkaru karena menggunakan batu karang yang dilindungi. Penggunaan batu karang dinilai melanggar aturan.

"Kepala dinasnya sendiri terkejut kenapa bahannya dianggap terumbu karang. Dan itu melanggar aturan. Pertanyaan saya selebihnya pada pertanyaan kenapa perencanaan penganggaran, sedetail bahannya apa, itu tidak diperhatikan oleh dinas," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) DKI Jakarta, Suzi Marsitawati membantah penggunaan terumbu karang dalam instalasi gabion. Dia mengatakan itu adalah batu gamping, bukan terumbu karang.

"Tentang viral penggunaan terumbu karang di instalasi gabion, saya nyatakan itu tidak benar. Bahwa yang kita gunakan adalah batu gamping. Sesuai dengan konsep yang telah disiapkan oleh Dishut," jelasnya di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/8).

Menurutnya, batu gamping lazim digunakan sebagai ornamen kota. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan dengan para aktivis lingkungan hidup serta akademisi untuk memastikan bahwa yang digunakan dalam instalasi gabion adalah batu gamping.

"Memang kalau orang awam melihatnya adalah terumbu karang, padahal bukan. Kita sekarang bergandengan tangan bersama aktivis, bersama akademis akan membuat narasi. Sehingga masyarakat tahu batu gamping itu prosesnya bagaimana," kata dia.

Saat dugaan penggunaan batu karang dalam instalasi gabion beredar luas, dia langsung meminta para akademisi untuk mengecek langsung. Ini dilakukan demi meluruskan sesuatu yang sudah terlanjur jadi buah bibir.

Baca juga:
Pemprov DKI Sebut Instalasi Gabion Pakai Batu Gamping, Bukan Terumbu Karang
Instalasi Gabion Jadi Sasaran Warga Berfoto Saat CFD
Batu Gabion Jadi Perhatian Warga Saat CFD, Kaget Saat Tahu Harganya Rp150 Juta
Gembong Warsono soal Instalasi Gabion Bukan Karya Seni: Saya Gagal Paham

(mdk/rhm)