Rapat Usulan Anggaran, PAM Jaya Minta Tambahan Modal Rp1,77 Triliun untuk 3 Kegiatan

JAKARTA | 6 November 2019 22:31 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengajukan nilai penyertaan modal daerah (PMD) Rp1,77 triliun dalam usulan anggaran APBD 2020. Usulan itu disampaikan dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Menurut Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo angka tersebut berdasarkan kebutuhan air bersih di Jakarta hingga 2023 dengan persentase air bersih sebesar 82 persen.

"Untuk itu, kita mengajukan PMD sebesar Rp1,77 triliun," kata Priyatno, Jakarta, Rabu (6/11).

Priyatno menyebut anggaran yang diusulkan tersebut akan dialokasikan ke tiga kegiatan. Pertama, peningkatan cakupan pelayanan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan pengembangan jaringan sebesar Rp764,7 miliar.

Nantinya, kata Priyatno, anggaran itu dipecah lagi untuk kegiatan pembangunan SPAM Pesanggrahan Tahap II sebesar Rp195 miliar; reinforcement dan extention jaringan transmisi dan distribusi sebesar Rp275 miliar; pembangunan SPAM Ciliwung, Pejaten sebesar Rp250 miliar dan suplai ke area Pegadungan-BP dan reservoir Cikokol sebesar Rp26,7 miliar.

"Kedua, PMD juga diajukan untuk pembiayaan program ketahanan pelayanan air bersih sebesar Rp310 miliar," ujarnya.

Sama dengan kegiatan kerja pertama, nilai alokasi kerja kedua akan dipecah untuk kegiatan relokasi pipa akibat terkena proyek pemerintah seperti proyek MRT Tahap 2 dan proyek pemerintah lainnya sebesar Rp30 miliar. Serta relokasi SPAM Cilandak sebesar Rp280 miliar.

Ketiga, ia menyebut anggaran akan digunakan untuk membiayai pelayanan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp15 miliar. Dan keempat pipa distribusi SPAM Jatiluhur Tahap I sebesar Rp700 miliar.

"Untuk SPAM Jatiluhur Tahap 1, kita memang ada keterkaitan dengan program nasional, pemerintah pusat. Karena kita harus menerima air dari Jatiluhur. Kita tidak boleh terlambat dalam menerima air curah dari SPAM ini kalau sudah selesai dibangun. Jadi perlu dibangun perpipaan untuk distribusi air baku dari SPAM Jatiluhur," tukasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
BK DPRD DKI akan Proses Pelaporan William Terkait Tindakan Langgar Etik
DPRD DKI Setujui Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp2,4 Miliar
Ketua DPRD DKI Belum Terima Surat Pelaporan William ke BK
KPK Soal e-Budgeting: Jangan Sistem yang Lebih Baik dan Terbuka Dihilangkan
Lakukan Penataan 76 RW, Pemprov DKI Anggarkan Rp25,5 M untuk Konsultan
Dilaporkan ke BK DPRD karena Ungkap Anggaran Lem Aibon, William PSI Tak Gentar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.