Respons Wagub DKI saat Ratusan ASN Malas Daftar Seleksi Naik Jabatan

Respons Wagub DKI saat Ratusan ASN Malas Daftar Seleksi Naik Jabatan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
JAKARTA | 11 Mei 2021 17:09 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menampik keengganan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Jakarta mendaftar seleksi jabatan eselon II karena pihak ketiga. Santer terdengar pihak ketiga yang dimaksud Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"Saya kira tidak demikian, semua ada mekanisme dan aturan yang terkait," ucap Riza, Selasa (11/5).

Riza sendiri enggan mengomentari penyebab para ASN yang terkualifikasi dalam seleksi jabatan malas untuk mendaftar. Politikus Gerindra itu justru menyerahkan segala penjelasan kepada para ASN yang menolak.

"Silakan tanya kepada masing-masing," ucap singkat Riza.

Sikap para ASN itu kemudian turut menjadi pertanyaan Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Ia menilai ada kesalahan pola birokrasi dan regenerasi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau seperti itu kejadiannya memang aneh. Artinya ada yang salah pada tatanan birokrasi dan regenerasi yang berjalan di Pemprov DKI Jakarta. Masa ada ratusan orang enggak mau menduduki jabatan, ini ada apa," ujar Prasetio, Selasa (11/5).

Prasetio mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta sangat membutuhkan pejabat eselon II dengan status definitif untuk menggerakkan mesin pelayanan masyarakat di Ibukota. Pasalnya hingga kini ada belasan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kosong yang hanya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Antara lain dari SKPD tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Lingkungan Hidup, dan Walikota Jakarta Selatan.

"Sementara dengan status Plt si pejabat cuma memiliki kewenangan terbatas. Lalu bagaimana bisa kerja optimal, bagaimana bisa melayani warga, merampungkan RPJMD dan sebagainya," ucap politikus PDIP itu.

Untuk itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta meninjau ulang pelaksanaan birokrasi dan regenerasi yang telah berlangsung. Pras menyebut upaya tersebut penting dan mendesak dilakukan demi pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Jakarta yang masih dilanda pandemi Covid-19.

"Introspeksi diri itu penting. Sejak lama saya sudah ingatkan yang baik teruskan dan lanjutkan untuk lebih baik lagi, jangan yang sudah baik diacak-acak," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) lingkungan Pemprov DKI Jakarta di lapangan Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/5). Anies menyatakan pengumpulan tersebut akibat ditemukannya ratusan ASN yang tidak ikut serta dalam pendaftaran seleksi terbuka jabatan tinggi pratama atau eselon II. Menurut Anies, pendaftaran tersebut sudah berdasarkan instruksi Sekretaris Daerah (Sekda).

"Yang memenuhi persyaratan agar melakukan pendaftaran seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II, malah ditemukan ada 239 pejabat non administrator yang memenuhi persyaratan tetapi tidak mendaftar seleksi terbuka," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan hal tersebut bukanlah mengenai kenaikan eselon semata. Namun, bentuk salah satu kedisiplinan sebagai bagian dari Pemprov DKI.

Anies menyatakan instruksi merupakan hal yang wajib dijalankan. Dia juga meminta agar jajarannya dapat menyampaikan alasan ketika tidak dapat menjalankan instruksi tersebut.

"Ketaatan kepada pemerintah menjadi penting dan bila perintah tidak bisa dilaksanakan maka laporkan tidak bisa dilaksanakan. Tapi bukan diam berharap tidak menjadi masalah. Ini yang dikumpulkan di sini adalah yang bermasalah," ucapnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Polisi Jaga Ketat Titik Pintu Masuk ke Jakarta Cegah Kendaraan Takbir Keliling
Selama Libur Lebaran, Waktu Operasional Restoran di Jakarta Sampai Pukul 21.00 WIB
Aturan Lengkap Pengendalian Aktivitas Warga DKI selama Libur Lebaran
Anies Baswedan: Tempat Wisata Jabodetabek Hanya Terima Wisatawan Sesuai KTP
Anies Baswedan Minta Tak Ada Silahturahmi Antar Wilayah Saat Lebaran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami