Sama-sama BUMN, Anies Minta Tak Ada Polemik Soal Pemenangan Tender JIS

JAKARTA | 13 September 2019 15:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Jakarta Propertindo memutuskan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi- PT PP sebagai pemenang tender proyek Jakarta Internasional Stadium. Nilai penawarannya Rp4.085.552.000.000.

Di balik kemenangan PT Wijaya Karya dkk, disebut-sebut ada protes dari perusahaan yang kalah tender. Yakni PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya yang menawarkan tender Rp3.782.969.000.000.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku heran adanya protes tersebut. Padahal, katanya, perusahaanya yang dimenangkan sama-sama perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Yang mau bekerja dua-duanya adalah perusahaan milik negara. Jadi kepada siapapun Pemprov DKI membayarkan itu, dua-duanya masuk kepada Negara Republik Indonesia," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (13/9).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyebut, hal terpenting dalam pelaksanaan tender tersebut haruslah berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Kami prinsipnya taati seluruh prosedur yang ada perlindungan terkait bagi pemerintah dan aparatnya. Ketaatan pada SOP itulah perlindungannya," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi JIS Jakpro Iwan Takwin menjelaskan, pihaknya mengutamakan kualitas dalam tender pembangunan Stadion BMW. Sehingga permasalahan harga menjadi penilaian kedua dalam pembangunan stadion terbesar terbesar di Jakarta.

Dia mengungkapkan, KSO Wijaya Karya menang lantaran memiliki desain yang mirip dengan yang diajukan pihaknya. Sehingga, permasalahan penawaran harga menjadi nomor dua.

"Kita itu tender basisnya kualitas. Kualitas spesifik bangunan dengan standar internasional. jadi kita memulai itu teknis dulu baru harga. Di kategori penilaian teknis itu, kategori item penilaian itu pendekatan desain konstruksi dan teknologi dan time schedule terkait dengan bagaimana dia mempercepat konstruksinya. Setelah itu baru masuk ke harga," kata Iwan kepada merdeka.com, Senin (9/9).

Dia menjelaskan, selama proses tender tidak ada keberatan atau menyangga hasil penilaian atas tender pembangunan Stadion BMW dari kedua KSO. Hanya ada surat aduan yang ditujukan kepada Direksi dan Komisaris PT Jakpro.

"Direksi PT Jakpro akhirnya memanggil panitia tender. Dan surat aduan tersebut sudah dijawab panitia tender. Kita pun tim proyek enggak bisa ikut ikut penilaian itu," ujarnya.

Iwan mengaku, tidak mengetahui secara detail apa yang bisa membuat KSO Wijaya Karya lebih unggul dibandingkan KSO Adhi Karya. Dia mengungkapkan, panitia seleksi mungkin menganggap metode kerja dan teknologi KSO Wijaya Karya lebih unggul dibandingkan KSO Adhi Karya.

"Jelas penilaian serta metode kerja dan teknologi mereka terapkan itu poin penting. Mereka bisa menghasilkan kinerja yang bagus dan itu disandingkan peserta tender lain. Kami pun dari ibaratnya penyelenggara tender itu tidak ikut penilaian dan duduk di situ," terangnya.

Selain Stadion BMW, dia menyebutkan, Wijaya Karya juga berhasil memenangkan tender pembangunan Taman Ismail Marzuki tahap pertama.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
PDIP Minta Jakpro Lelang Ulang Pembangunan Stadion BMW
VIDEO: Menteri Basuki Tegaskan Lelang Proyek Stadion BMW Bisa Diulang
Menteri Basuki Anggap Biasa Gugatan Hasil Lelang Taman BMW
Menteri Basuki Soal Polemik Tender Stadion BMW: Lelang Bisa Diulang
PSI Soal Tender Stadion BMW: KPK Harus Dilibatkan Karena Memang Janggal
Kadispora DKI Belum Terima Laporan Pemenang Tender Stadion BMW
Polemik Pemenang Tender Proyek Stadion BMW, Harga Tertinggi Kok Bisa Menang?

(mdk/lia)