Satpol PP Jakbar Awasi Holywings di Daerahnya agar Tak Beroperasi Lagi

Satpol PP Jakbar Awasi Holywings di Daerahnya agar Tak Beroperasi Lagi
Pemprov DKI tutup Holywings. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
JAKARTA | 1 Juli 2022 09:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) akan memantau dan mengawasi kafe dan bar Holywings di daerah itu agar tidak beroperasi lagi, setelah ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta beberapa hari lalu.

"Kita akan lakukan pengawasan dalam rangka memastikan penegakan peraturan berjalan dengan baik," kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko saat dihubungi, di Jakarta, Jumat.

Menurut Yani, penutupan Holywings di wilayahnya sesuai dengan rekomendasi Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif kepada pihak Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar izin usahanya dicabut.

Setelah izinnya dicabut, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meneruskan laporan tersebut ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta agar seluruh Holywings di Ibu Kota ditutup.

Yani memastikan jajarannya, dalam hal ini, Satpol PP Jakarta Barat, akan memantau Holywings di daerahnya agar tidak beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.

Tidak hanya Holywings, Yani juga mengimbau kepada seluru pemilik usaha sejenis agar tidak melanggar ketentuan izin usaha yang berlaku.

"Pemerintah selalu melakukan edukasi supaya usaha itu tetap lancar tidak ada pelanggaran supaya berjalan dengan baik dan perekonomian meningkat," jelas dia.

Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta menyegel salah satu cabang restoran dan kafe Holywings di Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat, Selasa (28/6).

"Kita lakukan penyegelan Holywings karena melanggar beberapa hal," kata Sekretaris Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Santoso.

Santoso menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan ditutupnya Holwings di kawasan Tanjung Duren ini.

"Pasal penutupan tempat usaha Holwings ini dikarenakan gerai ini belum memiliki dokumen, persyaratan dan ketentuan perizinan yang semestinya," kata Santoso.

Kedua, Holywings dinilai beroperasi tidak sesuai dengan izin yang berlaku.

Ketiga, pencabutan izin usaha dilakukan sesuai dengan rekomendasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Terakhir, yakni adanya rekomendasi dari Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta kepada Satpol PP untuk menyegel Holywings. (mdk/ded)

Baca juga:
Bakal Dipanggil DPRD DKI Terkait Kasus Holywings, Ini Respons Wali Kota Jakbar
Massa Geruduk Kantor Gubernur Sumut: Cabut Izin Holywings
Wagub DKI: Holywings Tidak Bisa Dibuka Lagi
Tiga Gerai Holywings di Tangerang Ditutup, Pemkab Fasilitasi Karyawan dengan Cara Ini
Polemik Promo Alkohol Holywings, Pemprov DKI Tegaskan Izin Jual Dikeluarkan BPKM
DPRD DKI Ungkap Sederet Kejanggalan Izin Operasional Holywings
Holywings Pecat 6 Karyawan Pembuat Konten Promosi Bermuatan SARA
Begini Nasib Ratusan Pegawai Holywings Jakarta usai Ditutup

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini