Satpol PP Jakbar Raup Duit Denda Pelanggaran PPKM Darurat Senilai Rp44 Juta

Satpol PP Jakbar Raup Duit Denda Pelanggaran PPKM Darurat Senilai Rp44 Juta
Petugas Satpol PP menempelkan surat sanksi terkait pelanggaran prokes Covid-19 di rumah makan Sushi . ANTARA
JAKARTA | 21 Juli 2021 19:55 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat meraup uang Rp44.150.000. Duit tersebut merupakan hasil denda pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3-20 Juli 2021.

Seperti dikutip Antara, dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Barat Tamo Sijabat di Jakarta, Rabu, sebanyak Rp20.650.000 didapat dari penindakan warga yang tak memakai masker.

Selain itu, sebesar Rp3.500.000 merupakan total denda dari hasil penindakan rumah makan dan pedagang kaki lima yang masih berdagang.

Selanjutnya denda Rp10.000.000 dari penindakan perkantoran non esensial dan kritikal yang didenda lantaran beraktivitas selama PPKM Darurat. Terakhir ada penindakan tempat usaha lainnya yang juga senilai Rp10.000.000

Tamo mengatakan penindakan ini dilaksanakan tersebar pada delapan kecamatan yang ada di Jakarta Barat.

Warga yang tidak pakai masker di jalan pun diakui Tamo jadi pelanggar terbanyak selama penindakan saat PPKM Darurat.

"Paling banyak individu yang tidak pakai masker itu di pemukiman," kata Tamo.

Nantinya, denda tersebut akan disetorkan ke Badan Penerimaan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta.

Tamo memastikan selama PPKM berlanjut hingga 25 Juli, pihaknya akan giat melakukan penindakan agar tidak terjadi kerumunan di masyarakat.

"Saya juga harap masyarakat patuhi prokes demi kebaikan dan kesehatan bersama," kata dia. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jubir Kemenkes: Cuma 5 Kabupaten/Kota Capai Target Testing Dalam Tiga Hari Terakhir
Hari Pertama Perpanjangan PPKM, Kemenkes Sebut Tingkat BOR di Jawa-Bali Turun
Jubir Luhut: Pelanggaran Prokes Justru Rugikan Masyarakat, Mari Camkan Kenyataan Ini
Wali Kota: Tingkat Kematian Covid-19 di Semarang Selama PPKM Darurat Masih Tinggi
Pemprov DKI Revisi Perda, Polisi Bisa Pidanakan Warga Langgar Prokes Berulang Kali
Warga Jakarta Berulang Kali Melanggar Tidak Pakai Masker Bisa Dikurung 3 Bulan
DKI Usul Revisi Perda Penanganan Covid: Satpol PP Bisa Jadi Penyidik Pelanggar Prokes

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami