Satpol PP akan Jemput Paksa Pasien Covid-19 di DKI Tolak Isolasi Terkendali

Satpol PP akan Jemput Paksa Pasien Covid-19 di DKI Tolak Isolasi Terkendali
JAKARTA | 15 September 2020 16:39 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin memastikan pihaknya akan turun tangan menjemput paksa pasien positif Covid-19 yang menolak isolasi terkendali oleh Pemprov. Namun penjemputan menunggu arahan dari Dinas Kesehatan.

"Kami sifatnya menunggu informasi, ketika ada orang dinyatakan positif dari Dinkes dan yang bersangkutan wajib diisolasi yang memang sudah ditentukan, dan tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah," kata Arifin, Selasa (15/9).

Arifin menuturkan, penjemputan paksa dilakukan bagi pasien yang menolak isolasi terkendali. Sebab di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kali ini, Pemprov melarang warganya melakukan isolasi mandiri.

Kendati demikian, hingga saat ini Arifin mengaku belum ada tindakan jemput paksa yang dilakukan Satpol PP. Ia berharap warga DKI secara sukarela menerima kebijakan isolasi terkendali.

"Apabila yang bersangkutannya tidak bersedia maka kami akan melakukan jemput paksa, akan membantu rekan-rekan dari dinas kesehatan bagi mereka yang terpapar Covid, positif terus tidak mau dilakukan isolasi di tempat yang memang sudah ditentukan."

"Mudah-mudahan semua sadar bahwa ada kekhawatiran mereka yang terpapar Covid kemudian isolasi mandiri kalau tidak mempunyai kedisiplinan ya kemudian ruang tempat yang mencukupi bisa jadi penularan akan terus menerus ya dan itu membahayakan juga untuk keluarga yang tinggal bersama dengan mereka yang OTG," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh warga DKI Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19 wajib menjalani isolasi di tempat yang ditunjuk Pemerintah Provinsi DKI. Warga yang menolak diisolasi akan dijemput oleh Dinas Kesehatan DKI, dan aparat penegak hukum.

"Bila ada (orang terkonfirmasi) kasus positif yang menolak diisolasi maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama aparat penegak hukum," ucap Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota, Minggu (13/9).

Tidak hanya tindakan tegas terhadap pasien positif untuk isolasi terkendali, Anies juga mengatakan warga yang terlacak memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19, wajib menerima tes dari Dinas Kesehatan.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengingatkan warga agar tidak menolak tes Covid-19.

"Mereka yang terlacak saat kami tracing wajib menerima kegiatan testing untuk menyelamatkan yang bersangkutan bila yang bersangkutan memiliki potensi positif," tegasnya.

Anies menjelaskan alasan adanya isolasi terkendali di masa PSBB kali ini karena penularan Covid-19 dari klaster keluarga meningkat cukup signifikan. Lagipula, imbuhnya, tidak semua warga DKI memahami prinsip isolasi mandiri.

"Tidak semua kita memiliki pengalaman menjaga agar kesehariannnya tidak menularkan kepada orang lain," ujarnya. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami