Sebelum Umumkan Tarif MRT, Anies Bakal Konsultasi dengan DPRD DKI

JAKARTA | 25 Februari 2019 15:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan berkonsultasi terlebih dahulu ke DPRD DKI Jakarta sebelum mengumumkan tarif moda raya terpadu (MRT) Jakarta. Sebab penetapan tarif terdapat unsur subsidi yang diambil dari APBD DKI sehingga harus diputuskan bersama DPRD.

"Awal pekan ini kita akan mulai konsultasi pada dewan. Tim sudah menyiapkan data-datanya, mereka nanti akan membicarakan dengan DPRD, baru kemudian nanti tarif diumumkan," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menambahkan, pihaknya juga memperhitungkan adanya kemungkinan integrasi antarmoda.

Sebab, Anies menyebut saat ini MRT baru dapat melayani dalam jarak 16 kilometer saja yang melayani rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Sehingga masyarakat tidak hanya memanfaatkan MRT saja, namun harus dilanjutkan dengan transportasi umum lainnya.

"Kemarin diskusinya bukan semata-mata soal MRT saja, tapi memperhitungkan ketika nanti sudah terintegrasi," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembahasan tarif MRT Jakarta telah masuk pembahasan final. Hanya menunggu waktu untuk pengumuman resminya.

"Tarif MRT sudah fase final tinggal masa pengumuman saja," kata Anies di Kawasan Pasar Minggu, Jaksel, Jumat (22/2/2019).

Anies mengatakan tarif MRT yang akan diresmikan akhir Maret itu akan dihitung berdasar kilometer.

Reporter: Ika Defianti (Liputan6.com)

Baca juga:
Anies Sebut Tarif MRT Sudah Final, Penghitungan Didasarkan Kilometer
Mencoba Naik MRT Jakarta
Kemenhub Ambil Alih Proyek MRT di Surabaya
Berapa Tarif MRT yang Diinginkan Warga Jakarta?
DPRD DKI Usul Tarif MRT Rp 10.000
Menhub Budi: Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja Dimulai 2021
Melihat Perkembangan MRT Fase 1 yang Sudah Capai 98,59 Persen

(mdk/lia)