Segel Pulau D, Anies ingin tunjukkan aturan dibuat untuk semua tidak tebang pilih

JAKARTA | 7 Juni 2018 15:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta kembali menyegel Pulau D reklamasi. Di pulau itu ada 932 rumah toko yang sudah dibangun.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan penyegelan dilakukan kedua kalinya untuk membuktikan penegakan hukum tidak tebang pilih.

"Kita menegaskan kepada semua bahwa kepada semua bahwa di DKI Jakarta kita akan menegakkan aturan kepada semua. Bukan hanya tegak kepada mereka yang kecil dan lemah tetapi kepada mereka yang besar dan kuat," jelas Anies, Kamis (7/6).

Anies juga memantau langsung proses penyegelan. Bangunan disegel karena dibangun tak berizin.

"Bangunan dibangun di atas tanah hak pengolahan lahan ada pada Pemprov DKI Jakarta dan seluruh bangunan ini tidak memiliki izin," kata Anies, di lokasi.

"Jumlah bangunan yang disegel ada 932. Bangunan yang sudah selesai terdiri dari 409 Rumah, 212 rukan. Sementara yang belum selesai 313 jadi unit rukan dan rumah tinggal," sambung dia.

Anies meminta seluruh masyarakat mentaati peraturan yang berlaku. Begitu juga ketika hendak membangun sesuatu.

"Jangan di balik. jangan membangun dahulu baru mengurus izin tetapi pastikan ada ada izin dulu baru. Semua sesuai dengan tata kelola yang ada" terang dia.

Setelah penyegelan ini, kat Anies, pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada aktivitas apapun di sana.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Usai segel bangunan, Anies akan selesaikan 2 raperda reklamasi
Anies soal penyegelan pulau reklamasi: Jangan sampai republik ini kendor
Anies-Sandi kembali segel Pulau D Reklamasi, alat berat harus diangkut
Segel bangunan pulau reklamasi, Anies kerahkan 300 Satpol PP
KSTJ berencana kembali gugat HGB Pulau D reklamasi Teluk Jakarta
Tuntutan KSTJ kepada Anies dan Jokowi soal reklamasi Teluk Jakarta
Anies diminta cabut Pergub soal Pulau C, D dan G yang dikeluarkan Ahok

(mdk/lia)