Sejak PSBB Jakarta Diterapkan, Polisi Catat 79 Ribu Lebih Pelanggaran

Sejak PSBB Jakarta Diterapkan, Polisi Catat 79 Ribu Lebih Pelanggaran
JAKARTA | 29 Mei 2020 10:56 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Jakarta, kepolisian mencatat 80 ribu pelanggaran dilakukan masyarakat. Seperti diketahui, PSBB Jakarta memasuki fase ketiga yang akan selesai pada 4 Juni mendatang.

"Total pelanggaran selama 46 hari sebanyak 79.930 orang yang melanggar PSBB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).

Pelanggaran paling banyak ditemui yakni masyarakat tidak menggunakan masker. Selain itu, pengendara roda dua yang berboncengan tetapi tidak satu alamat.

"Jenis pelanggaran tidak menggunakan masker berjumlah 32.939. Lalu ada 10.221 pengendara kendaraan roda dua yang membawa penumpang tidak satu alamat sesuai KTP. Ada juga 9.645 penumpang tidak menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Kemudian, 9.289 pelanggar yang tercatat tidak menggunakan sarung tangan," ujar Yusri.

Selain itu, jumlah penumpang melebihi kapasitas sebanyak 50 persen. Jenis pelanggaran itu selama 46 hari tercatat sebanyak 14.014 orang yang melanggar.

Sedangkan pelanggaran paling minim yakni angkutan umum yang melebihi jam operasional dan suhu badan di atas normal.

"Sebanyak 1.568 ojek online kedapatan membawa penumpang dan 1.451 orang keluar rumah dengan suhu badan di atas normal, 803 kendaraan beroperasi melewati jam operasional dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB," pungkas Yusri. (mdk/lia)

Baca juga:
Organda DKI Usulkan Penyesuaian Tarif Angkutan Umum Saat Kenormalan Baru
Berjualan Selama PSBB, PKL di Kanal Banjir Timur Ditertibkan
H+5 Lebaran, Kendaraan Akan Masuk Jakarta yang Diputar Balik Meningkat 7 Persen
Ombudsman Nilai Harusnya Pemprov DKI Keluarkan Perda Anggar PSBB Efektif
Menantikan Kebijakan New Normal untuk Dunia Pendidikan
Pemprov DKI: Warga Butuh Layanan Darurat Kesehatan Tak Perlu Ajukan SIKM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5