Sekda DKI: Pengerukan Sungai Dilakukan Secara Masif Akhir Tahun 2020

Sekda DKI: Pengerukan Sungai Dilakukan Secara Masif Akhir Tahun 2020
JAKARTA | 26 Februari 2020 17:47 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah menyatakan pengerukan sungai yang mulai dangkal akan dilakukan secara serentak di akhir tahun 2020. Pengerukan juga akan menyasar danau-danau.

Pengerukan sungai atau dikenal dengan istilah normalisasi sungai dilakukan akhir tahun lantaran masih ada sungai-sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Ini persoalannya di kali masih pengelolaan kementerian. Kemarin bagus sekali kepala BBWSCC-nya bahwa ya sudah kalau ada pendangkalan suatu tempat di 13 sungai itu DKI bikin surat lalu kita izinkan itu enggak ada masalah," kata Saefullah di Balai Kota, Rabu (26/2).

Saefullah menegaskan pengerukan di akhir tahun bukan berarti sepanjang 2019 dan 2020 tidak ada upaya normalisasi sungai. Upaya pengerukan terhadap beberapa saluran penghubung sudah dilakukan dengan maksimal.

"Jadi itu harus dilakukan secara masif di akhir 2020 arahan Pak Gubernur akan lakukan pengerukan untuk persiapan beberapa tahun ke depan," kata dia.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Ketua Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung yang melintas di Pajaten Timur dan Masjid Istiqlal. Panjang normalisasi sepanjang1,5 km.

"Tahun ini saya ada target juga melakukan normalisasi Ciliwung 1,5 km, bisa kita lakukan di daerah Pejaten Timur sama di Istiqlal," kata Bambang di Balai Kota usai rapat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (24/2).

Langkah itu dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir di Jakarta dalam waktu dekat. Untuk lahannya, Bambang memastikan tidak ada kendala.

BBWSCC, kata Bambang, juga akan melakukan normalisasi beberapa anak sungai dengan cara pengerukan seperti yang akan dilakukan di Danau Kemayoran. Dari pengerukan tersebut menurut Bambang dampaknya cukup signifikan.

"Kami kan melakukan pengerukan di Danau Kemayoran, kami lakukan dengan 2 alat excavator. Kemarin saat hujan tinggi man tidak tenggelam lagi, turun 2,4 meter. Sebenarnya sudah mulai turun karena pengerukan," tukasnya.

Dia juga menambahkan BBWSCC akan membuat pompa Sentiong sebagai upaya saat air laut pasang yang menyebabkan sejumlah titik di Kemayoran, Jakarta Pusat terendam banjir, termasuk underpass Kemayoran.

"Masalahnya karena Sentiong itu pasang lautnya, sehingga air dari Kemayoran tidak bisa dibuang ke Sentiong sehingga airnya terjadi back water salah satunya underpass," tukasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Potret Nycta Gina Ngungsi Naik Perahu Usai Rumahnya Kembali Kebanjiran
Cawagub Riza Patria: Banjir Bukan Cuma Tanggung Jawab Anies
Sempat Dirusak saat Banjir, Pompa Air Bulak Cabe Cilincing Kembali Beroperasi
Anies Absen Rapat di DPR, Gerindra Kenang Bahas Banjir dengan Jokowi
Rumah Roy Marten Jadi Langganan Banjir: Tetap Bersyukur

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami