Seruan Nurmansjah Soal Penundaan Pemilihan Wagub Tak Digubris DPRD DKI

Seruan Nurmansjah Soal Penundaan Pemilihan Wagub Tak Digubris DPRD DKI
JAKARTA | 6 April 2020 08:17 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Warga Jakarta akan segera memiliki Wakil Gubernur setelah sudah dua tahun kosong ditinggal Sandiaga Uno. Rencananya akan DPRD DKI menggelar pemilihan Wagub secara tertutup hari ini, Senin (6/4).

120 undangan telah disebar. Jumlah itu termasuk jumlah anggota dewan. DPRD sengaja tidak mengundang banyak orang karena hajatan itu digelar di tengah situasi darurat Covid-19 .

Dua kandidat Cawagub pun berbeda pandangan waktu pelaksanaan pemilihan Wagub saat situasi Jakarta dalam kondisi merah. Ahmad Riza Patria, cawagub yang diusung Fraksi Gerindra menyetujui kapan pun pelaksanaan pemilihan dan penetapan Wagub.

"Yang diharapkan dari banyak anggota yaitu agar Wakil Gubernur ke depan bisa segera dipilih, bisa segera membantu Pak Anies untuk bisa menyelesaikan 23 janji kerja gubernur dalam RPJMD dan melaksanakan tepat waktu," ujar Riza, Minggu (5/4).

Sementara Nurmansjah Lubis, cawagub yang diusung Fraksi PKS menilai tidak etis saat adanya imbauan aktivitas di rumah justru DPRD berhajatan untuk pemilihan Wagub. Meski pelaksanaannya, protokol pencegahan penyebaran virus telah disiapkan.

"Ya memang seharusnya kita harus menaati keputusan presiden, putusan Pak Gubernur, Kapolri, supaya semuanya kondisinya kondusif baru kita pilih," kata Nurmansjah.

Fraksi-fraksi di Kebon Sirih juga bersikukuh menggelar pemilihan Wagub pada Senin 6 April. Mereka tak ingin pemilihan kembali tertunda. Sejatinya, pemilihan akan dilaksanakan 23 Maret. Kemudian diundur karena masih dalam masa tanggap darurat hingga 5 April.

Gubernur Anies kemudian memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 di Jakarta hingga 19 April. DPRD pun bersikeras tak ada lagi penundaan.

1 dari 1 halaman

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Farazandi Fidiansyah mengatakan agar prosesi berjalan lancar tanpa mengesampingkan bahaya sebaran virus, durasi pemilihan akan dipersingkat. Dari hasil rapat badan musyawarah, batas maksimal pemilihan selama 2 jam.

"Lama maksimal pelaksanaan 2 jam. Jadi kami harus sederhanakan kembali rangkaian tersebut yang awalnya berjam-jam, maksimal 2 jam," kata Farazandi, Kamis (26/3).

Untuk memanfaatkan keterbatasan durasi, Farazandi menuturkan, pihaknya masih mencari alternatif agar esensi pemilihan Wagub tidak berkurang. Yang jelas, kata Farazandi, untuk penyampaian visi misi dan sesi tanya jawab antar dua Cawagub dengan para anggota DPRD dilakukan melalui telekonferensi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik mengatakan, pelaksanaan pemilihan Wagub saat ini tidak menyalahi norma jika merujuk ke surat edaran Gubernur, maklumat Kapolri, dan imbauan lainnya yang meminta tetap di rumah selama masa penyebaran Virus Corona.

Dia menegaskan, DPRD sudah memahami protokoler pencegahan penyebaran virus tersebut. Sehingga saat pelaksanaan nanti seluruh hadirin dipastikan steril. Bahkan, DPRD akan membatasi tamu undangan yang akan hadir pada acara tersebut.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Fraksi PAN Zita Anjani berpandangan pemilihan Wagub patut dilaksanakan dalam waktu dekat tanpa adanya kembali penundaan. Alasannya, Gubernur DKI Anies Baswedan perlu rekan kerja saat menanggulangi penyebaran virus Corona di Jakarta yang semakin meningkat jumlahnya.

"Pemerintahan harus jalan. Pak gubernur perlu Wakil, terlebih lagi saat ini lebih dibutuhkan lagi," kata Zita.

PDIP berpandangan sama dengan Gerindra dan PAN. Sebagai fraksi dengan perolehan 25 kursi di DPRD sepakat pelaksanaan pemilihan Wagub hari ini. Usulan itu, kata Gembong Warsono sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPRD, telah disampaikan ke Bamus.

Sementara NasDem, Demokrat, PKB, dan Golkar belum membalas respon merdeka.com mengenai pemilihan Wagub hari ini.

Pandangan Nurmansjah untuk tidak dilakukan pemilihan Wagub hanya didukung oleh PKS. Berulang kali, Nurmansjah berharap agar pemilihan ini berjalan lancar. Berulang kali pula ia berdoa agar tuhan membolak-balikan hati para anggota DPRD memilihnya menggantikan Sandiaga Uno.

"Semoga Allah membolak balik hati mereka memilih Nurmansjah Lubis," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Gelar Paripurna Pemilihan Wagub, DPRD DKI Lakukan Protokol Pencegahan Corona
Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran Administrasi SK Cawagub DKI
PKS Nilai Pemilihan Wagub DKI Dipaksakan
Pemilihan Wagub DKI Digelar Tertutup
DPRD Sebar 120 Undangan Pemilihan Wagub DKI Jakarta
Cawagub Nurmansjah Lebih Setuju Pemilihan Wagub Tunggu Kondisi Covid-19 Kondusif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami