Siasati Sistem Ganjil Genap dengan Menumpang KRL Meski Diselimuti Rasa Waswas

Siasati Sistem Ganjil Genap dengan Menumpang KRL Meski Diselimuti Rasa Waswas
JAKARTA | 4 Agustus 2020 10:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap kembali diberlakukan di sejumlah ruas jalan protokol Jakarta. sistem ini sempat terhenti saat Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena situasi pandemi.

Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat yang harus ngantor memilih membawa kendaraan pribadi untuk menghindari kontak fisik dengan penumpang ketika naik transportasi umum. Tetapi penerapan ganjil genap saat ini seolah membuat masyarakat mau tak mau terpaksa menumpang kendaraan umum ketika pelat kendaraan yang dimiliki tidak sesuai tanggal yang berlaku.

Seperti dikeluhkan Angelia Chandra, seorang mahasiswa kampus swasta. Penerapan kembali sistem ganjil genap, katanya, membuat dia terpaksa memilih Kereta Rel Listrik (KRL) untuk pergi ke tempat kerja. Angel menumpang kereta dari Stasiun Tangerang menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Menurutnya, walaupun suasana Stasiun Tangerang cukup kondusif dan penumpang di dalam kereta dibatasi, tetap saja ada rasa was-was. Apalagi ketika sudah berada di Stasiun Tanah Abang yang lebih ramai penumpang dan sulit melakukan jaga jarak.

Itu sebabnya dia menggunakan masker dan memakai face shiled untuk melindungi diri.

"Memang takut dan khawatir, tapi naik KRL lebih murah dan menghemat waktu," ujar Angel.

Sementara Rizka, memilih membatasi aktivitas di luar rumah setelah sistem ganjil genap kembali diterapkan. Andai kata ada keperluan, Rizka sudah berpikir naik KRL tetapi mengambil waktu di jam sepi penumpang. Tak lupa, dia membekali diri dengan berbagai pelindung seperti masker, membawa hand sanitizer, tisu basah, dan alat salat pribadi.

"Saya pilih berangkatnya menghindari kerumunan di stasiun dan di kereta. Selama perjalanan aku juga gak mau sentuh benda-benda di sekitar," katanya.

Seperti diketahui, waktu penerapan sistem tersebut pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Selama tiga hari ke depan dari Senin (3/8) hingga Rabu (6/8), Ditlantas Polda Metro Jaya tidak memberlakukan penindakan dan masih menerapkan sosialisasi bagi kendaraan roda empat yang melanggar kebijakan ini.

Reporter Magang:Maria Brigitta Jennifer danFebby Curie Kurniawan (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami