Soal Cawagub, PKS Melunak ke Gerindra

JAKARTA | 12 Desember 2019 10:19 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - PKS bersama dengan Gerindra terus melakukan pertemuan dan komunikasi terkait dengan calon pengganti Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kini PKS mulai melunak dan siap menerima nama baru.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Suhaimi mengatakan, pihaknya kini hanya tinggal menunggu nama dari DPP untuk dicalonkan menjadi Wakil Gubernur pendamping Anies Baswedan. Namun sampai saat ini mereka masih berpegang kepada dua nama, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Pernyataan ini menyusul adanya 4 nama yang diajukan oleh Gerindra. Adapun empat nama tersebut Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Ketua DPP Gerindra Riza Patria dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

"Kalau DPP sudah memutuskan maka kita tinggal menggelindingkan aja bola itu," katanya kepada merdeka.com, Kamis (12/12).

Suhaimi mengaku tidak mengetahui apakah Gerindra telah bersurat dengan DPP PKS terkait empat nama tersebut. Namun, dia memastikan akan tetap berpegang pada surat awal jika belum ada keputusan yang baru.

"Nah terkait dengan cawagub, kalau kita di provinsi DKI itu masih berpegang kepada surat formalnya 2 calon, Agung dan Syaikhu," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya PKS Ngotot Usung Kader Sendiri

PKS memastikan belum mengganti calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan kepada legislatif. Walaupun salah satu calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu telah terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil VII Jawa Barat.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, dua nama yang diusulkan partainya masih tetap. Dua nama yang diusulkan tetap Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

"Kalau kita secara formal harus kepada surat yang resmi di DPP yang ditandatangani DPW selama itu tidak ada perubahan surat itu, kita berpegang pada surat," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/9).

Untuk itu, dia menyarankan, agar tidak ada pihak yang berupaya mengganti dua nama tersebut. Suhaimi menilai, upaya penggantian nama tersebut tidak etis selama PKS belum mencabut pencalonan Agung dan Syaikhu.

"Kan namanya sesuai kesepakatan awal kedua, kan tidak etis masih ada surat dan namanya belum dicabut, itu enggak etis. Ketika sudah ada format baru, ada penunjukan, namanya baru dimunculkan. Ini belum ada apa apa. Munculkan nama membangun opini ini itu, tidak etis," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Iman Satria menyambut baik keputusan PKS yang membuka peluang untuk calon baru di bursa Wagub DKI. Mengingat pembahasan calon pengganti Sandiaga Uno itu menemui jalan buntu pada masa DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019.

PKS telah mengajukan dua nama sebagai calon Wagub DKI Jakarta. Kedua nama tersebut Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

"Kalau dia mau terima bisa lancar itu (pembahasan Wagub DKI). Cuman konsisten enggak? Kalau dua nama dari PKS ya enggak jalan," katanya kepada merdeka.com, Kamis (29/8).

Dia menyarankan, pengusulan nama calon Wagub DKI sudah seharusnya dibagi rata, antara Gerindra dan PKS. Sehingga nantinya sesama partai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan porsi 1 nama calon Wagub DKI.

"Harus satu satu biar bisa jalan. Jangan mikir Pilpres. Pilpres is over. Tataplah ke depan. Jangan ngarep dot com," tegasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Kemendagri Didesak Ambil Pembahasan Cawagub DKI Jika Deadlock
Gerindra Tunggu Jawaban PKS Soal Wagub DKI
PKS Optimis Januari 2020 Posisi Wagub DKI Sudah Terisi
Tunggu Sikap PKS, Gerindra Ingin Wagub DKI Diputuskan Sebelum Pergantian Tahun
Sohibul Iman: PKS Bisa Tolak Empat Cawagub dari Gerindra

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.