Soal protes sopir angkot Tanah Abang, Sandi janji cari solusi yang adil

JAKARTA | 1 Februari 2018 11:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji menemukan solusi yang adil bagi permasalahan sopir angkutan umum Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, Pemprov DKI belum menemukan titik temu terkait hal itu.

"Sepakatnya itu hampir kita sepakat bahwa satu, keadilan harus dikembalikan di Tanah Abang. Bahwa perebutan ruang di Tanah Abang itu harus berbasiskan keadilan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (1/2).

Sandiaga yang juga berpengalaman di bidang bisnis ini meyakini memahami masalah ini. Dia pun segera menyepakati beberapa hal agar para sopir tak mengeluh kembali.

"Kemarin kami alhamdulillah sepakat untuk beberapa hal dengan perwakilan jurusan M3, M8, dan M10, jadi kalau saya kan pengusaha, apa yang kita sepakat dulu baru kita yang tidak sepakatnya nanti kita coba selesaikan," ucapnya.

Sandi menyebut penataan Pemprov DKI pada Jl Jati Baru membuat pendapatan PKL meningkat. Namun, akibat akses jalan itu ditutup, para sopir mengalami pendapatan yang menurun.

"Kemarin ini mereka datang karena satu, PKL yang menjadi pedagang kecil mandiri sekarang pendapatannya lebih baik lagi. Lapangan kerja tercipta di sektor perdagangan tapi di sektor transportasi mereka mengalami penurunan signifikan sampai 50 persen," ujarnya.

Sampai saat ini Pemprov DKI masih mengkaji masalah tersebut. Sandi menjelaskan, para supir tak menuntut macam-macam, asalkan pendapatannya normal kembali. Sandi pun akan menyampaikan usulan itu kepada para sopir, Jumat (1/2).

"Nah ini akan kita kembalikan. Kita lagi mencoba menyusun, suatu usulan yang nanti akan disampaikan besok setelah ba'da salat Jumat. Dan akan dikaji teman-teman oleh perwakilan. Mereka intinya sih karena bukan karena menuntut bukan harus di ini, harus diini. Intinya adalah pendapatan mereka yang sangat turun," ujarnya.

Sandiaga telah menemui perwakilan sopir angkot yang melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Rabu (31/1) kemarin. Di mana mereka menuntut pembukaan kembali Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang.

Pertemuan yang dilakukan tertutup ini berlangsung kurang lebih satu jam tersebut hanya ingin menyerap aspirasi sopir angkot. Dan mereka mengeluhkan adanya Tanah Abang Explorer yang menyebabkan pendapatan menurun hingga 50 persen.

"Sebabnya karena sopir tidak bisa akses Stasiun Tanah Abang yang sekarang diambil Tanah Abang Explore. Yang dituntut mereka minta akses di Stasiun Tanah Abang," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1). (mdk/rzk)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.