Status Ibu Kota Dicabut, Jakarta Disarankan Jadi Kota Bisnis dan Riset

Status Ibu Kota Dicabut, Jakarta Disarankan Jadi Kota Bisnis dan Riset
JAKARTA | 24 Februari 2020 16:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jakarta bersiap kehilangan status Ibu Kota Indonesia di tengah proses pemindahan ibu kota oleh pemerintah pusat. Dewan Riset Daerah (DRD) merekomendasikan label Jakarta menjadi kota bisnis dan riset skala internasional.

"Jakarta kalau tidak berstatus ibu kota (berubah), sebagai kota bisnis dan riset internasional," kata Eman Sulaeman, Sekretaris Komisi I DRD saat rapat bersama dengan Komisi B DPRD DKI, Senin (24/2).

1 dari 1 halaman

Kehilangan status ibu kota, menurut Eman, secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI diharuskan melakukan investasi di sektor teknologi dan keuangan. Sebab tidak dipungkiri, kata Eman, transaksi di Jakarta sebagian besar didominasi dengan teknologi.

"DRD sarankan adanya belanja investasi teknologi dan keuangan," kata dia.

DRD juga memberikan rekomendasi bahwa Jakarta harus bisa menarik peluang investasi ekonomi dari segi pariwisata. Salah satunya menjadikan Kepulauan Seribu sebagai financial resort.

"Hasil kajian kami, dari enam kota administrasi, Kepulauan Seribu itu paling tertinggal. Nah makanya dimanfaatkannya untuk resort pertemuan internasional bidang keuangan," tutur Elman. (mdk/rnd)

Baca juga:
28 Februari, Calon Investor Dunia di Ibu Kota Baru Temui Presiden Jokowi
Pemerintah akan Serahkan Draf RUU Ibu Kota Baru ke DPR Pekan Depan
Pemerintah Bantah Ibu Kota Baru Terendam Banjir
Jokowi Mau Ibu Kota Pindah, Mendikbud Bangun Gedung Ratusan Miliar di Jakarta
Pemerintah Diminta Segera Serahkan Draf RUU Pemindahan Ibu Kota ke DPR
Tak Lagi jadi Ibu Kota, Jakarta Dicanangkan Punya Disneyland & Universal Studio

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami