Sudah Beroperasi 3 Tahun, Prostitusi di Gang Sempit Penjaringan Pindahan Kalijodo

JAKARTA | 22 Januari 2020 21:33 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Bar dan Karaoke Kayangan, di Kelurahan Rawa Bebek Penjaringan, Jakarta Utara, digerebek karena melakukan perdagangan manusia di bawah umur untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Dari kasus ini pemilik yang biasa dipanggil mama Atun beserta lima orang lainnya diringkus.

Wakil Ketua RT 02, Agung Tomasia mengatakan, pihaknya merasa kecolongan atas hal ini. Namun, ia menegaskan, pihak RT ataupun RW setempat tidak mengetahui kafe tersebut mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PSK.

"Sangat kecolongan kalau begini. Soalnya kita sudah mendata terus, tapi ya gitu, kadang-kadang mereka (pemilik kafe) suka susah ngasih identitas pekerjanya," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (22/1).

"Kurang lebih ada 15 an anak buah itu (PSK)," sambungnya.

Agung mengaku, kalau Kafe Kayangan tersebut sudah beroperasi sejak tiga tahun belakangan.

"Sudah tiga tahun, pindahan Kalijodo," jelasnya.

Dia menyampaikan, lokalisasi prostitusi itu sudah puluhan tahun beroperasi di sana. Namun saat lokalisasi Kawasan Kalijodo digusur pada tahun 2016, pindah ke lokasi tersebut.

"Kafe di sini kurang lebih 25 an total semua. Itu ada yang pindahan dari Kalijodo," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Polisi mengungkap praktik human trafficking (perdagangan manusia) yang terjadi di Bar dan Karaoke Kayangan, di Kelurahan Rawa Bebek Penjaringan, Jakarta Utara. Pada saat penggeledahan polisi mengamankan enam orang pelaku.

"Pada tanggal 13 Januari daerah Penjaringan Jakarta Utara di salah satu kafe, berhasil mengamankan 6 orang pelaku dan kita sudah lakukan penahan terhadap para pelaku," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).

Masing-masing pelaku berinisial R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E. Menurut Yusri, masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam mencari dan menjual para korban.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. (mdk/fik)

Baca juga:
VIDEO: Lorong Hitam Prostitusi di Penjaringan
Prostitusi di Bar Kayangan, Camat Penjaringan Akui Tak Ada Pengawasan Khusus
Mencari 'Kayangan' Prostitusi di Ujung Gang Sempit Penjaringan
Jejak Kelam Prostitusi di Gang Sempit Penjaringan
Aksi Keji 'Mami' di Penjaringan, Tega Jual Anak di Bawah Umur ke Pria Hidung Belang
Derita Anak Korban Eksploitasi Karaoke di Penjaringan, Minum Pil Cegah Menstruasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.