Tekan Keramaian, Perusahaan di Jakarta Wajib Terapkan Dua Shift Kerja

Tekan Keramaian, Perusahaan di Jakarta Wajib Terapkan Dua Shift Kerja
Antrean Penumpang Mengular di Stasiun Citayam. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius
JAKARTA | 13 Juni 2020 11:31 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta meminta perusahaan menerapkan dua shift jam kerja untuk mengantisipasi kepadatan saat jam sibuk. Menyusul diperbolehkannya perkantoran kembali beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap transisi.

"Salah satu yang memang kita atur dalam protokol kesehatan, untuk pembagian kerja tidak lebih dari 50 persen. Maksudnya, 50 persen kerja di rumah dan 50 persen sisanya kerja ke kantor," kata Kadisnakertransgi DKI Jakarta, Andri Yansyah dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Kemudian, dia menerangkan, setiap perusahaan yang beroperasi saat PSBB transisi wajib menerapkan shift kerja, pertama pukul 07.00-16.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.00-12.00 WIB. Kemudian, shift kedua pukul 09.00-18.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 13.00-14.00 WIB.

"Untuk, selebihnya seperti biasa protokol kesehatan harus betul-betul ketat dijalankan, disiplin dilaksanakan. Jika, setiap perusahaan menerapkan hal tersebut. Sehingga mobilitas warga dalam melakukan perjalanan bertemunya hanya 25 persen," ujarnya.

Diketahui, aturan tersebut tertuang pada Surat Keputusan Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Nomor 1363 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Baca Selanjutnya: Tren Pelanggaran Menurun...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami