Tersangka Pemerasan dan Pelecehan Wanita Saat di Bandara Belum Sah Jadi Dokter

Tersangka Pemerasan dan Pelecehan Wanita Saat di Bandara Belum Sah Jadi Dokter
Rilis kasus penipuan dan pencabulan oleh petugas rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. ©2020 Merdeka.com/Kirom
JAKARTA | 29 September 2020 15:24 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - EPY, tenaga medis yang tersangka pemerasan dan pelecehan terhadap seorang wanita di Bandara Soekarno-Hatta masih diperiksa intensif. Belakangan diketahui, EPY belum resmi menjadi seorang dokter.

Hal ini diketahui setelah penyidik meminta keterangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai saksi ahli.

"IDI tidak bisa hadir (pemeriksaan), tapi melayangkan surat keterangan mengenai siapa si tersangka EFY ini bahwa memang diakui di situ belum sah menjadi dokter," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (29/9).

Menurutnya, EFY memang pernah berkuliah di salah universitas swasta di Sumatera Utara pada 2015 silam. Tak hanya itu, ia juga pernah mengikuti koas hingga selesai, tapi tidak melanjutkan untuk Uji Kompetensi Dokter Indonesia. Oleh karena itulah, EFY belum diakui secara sah sebagai dokter.

"Jadi status yang bersangkutan adalah sarjana kedokteran, ini diperkuat dari keterangan IDI. Kemudian juga dari PT Kimia Farma yang mempekerjakan tersangka ini untuk melakukan kegiatan rapid test di Bandara Soetta, yang bersangkutan memang tenaga kesehatan," ungkapnya.

"Jadi masih kita dalami, karena setiap menggunakan pakaian menggunakan pakaian dokter EFY, ini masih didalami," sambungnya.

Polisi akan berkoordinasi dengan pihak bandara agar kasus ini tidak terulang kembali.

"Apakah masih ada pengamanan yang khusus, ya kita sudah berkoordinasi sebenarnya secara terpadu membagi ada tim di sana. Nanti akan dengan adanya kejadian ini, kami tetap berkoordinasi antara pengelola bandara dan juga stakeholder di bandara yang ada juga dari tim petugas yang mendapat kewenangan melakukan rapid test yang ada untuk menghindari kejadian serupa," ujarnya.

"Tapi saya mengimbau kalau memang ada korban lain silakan melaporkan ke Polres Bandara soetta untuk khusus masalah ini kami akan tindak lanjuti," tutupnya. (mdk/lia)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami