Tidak Gelar Operasi Yustisi, Anies Ingin Kembalikan Prinsip Bernegara

JAKARTA | 5 Juni 2019 21:33 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana tidak menggelar operasi yustisi usai perayaan Idul Fitri nanti. Bagi dia, setia orang berhak mendapat kesempatan bekerja sekaligus mewujudkan ibu kota tanpa adanya perbedaan.

Pernyataan itu disampaikan saat Anies menghadiri Open House di rumah dinas Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan. Sehingga dirinya yakin kebijakan tersebut justru mengembalikan prinsip dasar bernegara.

"Kita ingin mengembalikan pada prinsip bernegara yang benar bahwa hak-hak dasar salah satunya, untuk mendapat pekerjaan dan hak untuk tercatat kependudukan. Nanti kita tunaikan di Jakarta tanpa adanya perbedaan," kata Anies, Rabu (5/6).

Menurut Anies, semua warga negara punya kesempatan sama untuk mendapatkan pekerjaan di mana saja. Pihaknya merasa KTP hanya soal pencatatan kependudukan semata. Sedangkan tugas penting dilakukan negara adalah melakukan pelayanan kependudukan.

"Ini saya rasa dilakukan di seluruh Indonesia," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies menilai operasi yustisi yang biasa dilakukan di kawasan terminal atau rumah indekos, mengingatkannya pada politik aparteid yang pernah dilakukan di Afrika Selatan. Hal itu tak patut dilakukan di Indonesia karena warga negara berhak untuk bergerak ke mana saja.

Untuk itu, keputusan penghapusan operasi yustisi karena Pemprov DKI Jakarta memegang prinsip keadilan dan kesetaraan kesempatan.

(mdk/ang)