Tiga Perusak Jalan ke PLTGU Tanjung Priok Ditangkap

Tiga Perusak Jalan ke PLTGU Tanjung Priok Ditangkap
Tiga Perusak Jalan ke PLTGU Tanjung Priok Ditangkap. ©2021 Antara
JAKARTA | 14 Juni 2021 13:27 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tiga orang berinisial MA, DS dan RG, karena merusak besi penahan Jalan RE Martadinata dari Sungai Japat ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana mengatakan, personelnya melihat sekelompok orang tersebut menaikkan besi di tempat kejadian perkara (TKP) sewaktu memantau kegiatan anti premanisme di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kemudian melihat sekelompok orang sedang menaikkan besi di TKP dari dasar kali ke darat menggunakan kapal yang terbuat dari 'styrofoam'," ujar Kholis dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/6).

Berdasarkan keterangan tersangka, besi-besi itu digergaji lalu dipukul-pukul menggunakan palu hingga terlepas dari rangkaiannya.

"Setelah berhasil dinaikan, (besi curian) rencananya dijual kepada penadah dengan harga Rp4.500 per kilogram," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Menurut Kholis, tersangka mengakui sudah dua kali melakukan perbuatan tersebut. Padahal besi-besi tersebut gunanya menahan Jalan RE Martadinata dari aliran air Kali Japat agar jalan tetap kokoh.

Apabila besi-besi penyanggah tidak ada maka akan berpotensi terjadi longsor karena beban muat truk tidak tertahan dan imbas aliran air sehingga mengakibatkan terputusnya jalan.

Jika jalan terputus, proses distribusi barang dari dan menuju pelabuhan berpotensi terhambat. Selain itu, akses pemasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTU) Tanjung Priok juga berpotensi menjadi tidak lancar.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok mengatakan para tersangka sudah dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama sejumlah barang bukti untuk diperiksa secara intensif.

Adapun barang buktinya, yaitu satu palu, satu besi ukuran kurang lebih tiga meter, dan satu perahu yang terbuat dari "styrofoam".

Para tersangka dikenakan pidana pencurian dengan pemberatan (Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/ KUHP) dan/atau kejahatan terhadap ketertiban umum (Pasal 170 KUHP) dan/atau tindak pidana perusakan (Pasal 406 KUHP). (mdk/fik)

Baca juga:
Terjaring Razia Tempat Hiburan Malam, Sekda Nias Utara Positif Gunakan Narkoba
Patroli Premanisme dan Pungli di Kupang, Polisi Temukan Judi Sabung Ayam
Tangkap Anji, Polisi Tak Cuma Temukan Ganja di Studionya
Kasus Narkoba, Anji Ditangkap di Studionya di Cibubur
79 Preman Kerap Lakukan Pungli di Pekanbaru Ditangkap

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami