Urai Kemacetan, Anies Lakukan Pelebaran Trotoar di Jakarta

JAKARTA | 25 Oktober 2019 21:44 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pelebaran trotoar merupakan solusi dalam mengatasi kemacetan. Walaupun kebijakan tersebut menuai kritikan karena mengurangi lebar badan jalan.

"Nanti lihat saja kalau sudah jadi. Yang penting konsistensi lajur karena salah satu sebab mengapa terjadi kemacetan adalah lajurnya tidak konsisten," katanya di Balai Kota DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, jalanan di Jakarta dari dua lajur berubah jadi tiga. Kemudian berubah menjadi dua lagi.

"Ini akhirnya justru menyebabkan kemacetan. Sekarang sedang dibuatkan konsisten, itu yang sedang dilakukan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, tidak semua pelebaran trotoar menggunakan lajur jalan karena tiap-tiap wilayah dilakukan tindakan berbeda-beda saat pelebaran jalan.

"Semua yang bicara mengenai trotoar, mengenai jalan, harus spesifik dimana, waktunya kapan. Karena kami kebijakannya kan nggak sama semua," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Sudah Dilakukan Sejak Zaman Ahok

Rencana pelebaran trotoar sudah mulai dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016. Di mana tujuannya untuk mengurai kemacetan dengan mengonsistensikan jumlah jalur jalan. Caranya dengan memperbanyak rasio trotoar ketimbang rasio jalan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Bina Marga DKI mulai akan melebarkan trotoar sejak tahun ini. Mengingat cara mengkonsistensikan jumlah jalur sudah diterapkan kota-kota di Eropa.

"Jangan banyak kritik, yang penting sekarang sepakat dulu nih tidak mungkin menambah ruas jalan, rasio jalan tidak pernah bisa mengatasi kemacetan karena kendaraan akan terus bertambah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Basuki atau akrab disapa Ahok ini merencanakan, semua trotoar di ibukota setidaknya memiliki ruas 1,5 hingga 5 meter. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada disediakan tempat bagi pedagang kaki lima untuk berjualan.

"Makanya Eropa justru rasio jalan dikurangi. Mereka mulai melebarkan trotoar, jadi yang kami utamakan adalah rasio untuk pejalan kaki," jelasnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pelebaran trotoar di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Rencananya ini akan dilanjutkan 48 titik lainnya, namun pada tahun ini akan dikebut pengerjaan 42 titik terlebih dahulu. (mdk/fik)

Baca juga:
Kemacetan Panjang Akibat Penutupan Jalan Arah Istana Negara
Dishub DKI Klaim Ganjil Genap Turunkan Angka Kemacetan Hingga 29,58 Persen
Proyek Trotoar dan Galian Jadi Penyebab Jalan Otista Macet
Jadi Ketua DPRD DKI Lagi, Prasetio Edi Janji Fokus Urusi Banjir dan Macet
Jalan Depan Gedung Parlemen Masih Ditutup
Ganjil Genap Diperluas, Kualitas Udara Jakarta Diklaim Naik & Tekan Volume Kendaraan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.