Wagub DKI Klaim Publikasi Data Banjir Transparan Sesuai Fakta

Wagub DKI Klaim Publikasi Data Banjir Transparan Sesuai Fakta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
JAKARTA | 23 Februari 2021 06:31 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menampik adanya sikap intransparansi oleh Pemprov DKI terkait data banjir dari tahun ke tahun. Sanggahan ini disampaikan menyusul adanya lompatan tahun atas data banjir yang dipublikasi Pemprov DKI.

Riza menyampaikan publikasi data banjir oleh Pemprov mempertimbangkan beberapa unsur seperti curah hujan, jumlah wilayah terdampak, korban, pengungsi, waktu surut banjir.

"Ini fakta dan data, tidak ada data yang disembunyikan, semuanya sesuai data dan fakta, tidak mungkin setiap tahun dipaparkan, kalau teman-teman mau data setiap tahun, ada datanya, titik-titiknya ada, semua lengkap silakan cek di Kominfo dan SDA. Ini data yang ditampilkan data yang banjir besar yang hujan hujan ekstrem saja," kata Riza di Balai Kota, Senin (22/2) malam.

Politikus Gerindra itu merinci data banjir besar yang pernah terjadi di Jakarta terjadi pada 2 Februari 2002, 2 Februari 2007, 17 Januari 2013, 11 Februari 2015, 1 Januari 2020, 20 Februari 2021. Sementara tidak ada data banjir rentang 2016-2019.

Dari data banjir tersebut menurut Riza terdapat penurunan signifikan terhadap luas area yang tergenang 2002; 168 km, 2007; 455 km, 2013; 240 km, 2015; 281 km, 2021; 56 km, 2021; 4 km persegi.

"Kemudian, daerah-daerah yang strategis, tidak ada daerah vital yang kena di dua tahun ini, kemudian jumlah pengungsi mulai dari 154 ribu, 227-276 ribu, 333 ribu sampai tahun ini hanya 3.311 pengungsi," ujarnya.

Dikutip melalui instagram @dkijakarta data banjir besar di Jakarta terjadi pada;

2 Februari 2002
Curah hujan tertinggi 168 mm per hari, RW tergenang 353, luas area tergenang 168 km, pengungsi 154.270 jiwa, korban meninggal 32 jiwa, waktu surut 6 hari

2 Februari 2007
Curah hujan tertinggi 340 mm per hari, RW tergenang 955, luas area tergenang 455 km, pengungsi 276.333, korban meninggal 48 jiwa, waktu surut 10 hari

17 Januari 2013
Curah hujan tertinggi 100 ml per hari, RW tergenang 599, luas area tergenang 240 km, pengungsi 90.913, jumlah lokasi pengungsian 1.250, korban meninggal 40 jiwa, waktu surut 7 hari

11 Februari 2015
Curah hujan tertinggi 277 per hari, RW tergenang 6.702, luas area tergenang 281 km, pengungsi 45.813 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 409, korban meninggal 5 jiwa, waktu surut 7 hari

1 Januari 2020
Curah hujan tertinggi 377 mm per hari, RW tergenang 390, luas area tergenang 156 km, pengungsi 36.445 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 269, korban meninggal 19 jiwa waktu surut 4 hari

20 Februari 2021
Curah hujan tertinggi 226 mm per hari, RW tergenang 113, luas area tergenang 4 km pengungsi 3.311 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 44, korban meninggal 5 jiwa, waktu surut genangan 1 hari (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami