Wagub DKI Minta Orang Tua Ingatkan Anaknya Disiplin Prokes Saat Belajar Tatap Muka

Wagub DKI Minta Orang Tua Ingatkan Anaknya Disiplin Prokes Saat Belajar Tatap Muka
Belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
JAKARTA | 29 Agustus 2021 23:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sebanyak 610 sekolah di DKI Jakata mulai melaksanakan belajar tatap muka pada Senin (20/8). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta orang tua untuk memastikan anak-anaknya patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan secara ketat saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Partisipasi orang tua tetap penting meski di sekolah memiliki Satuan Tugas Penanganan Covid-19 masing-masing.

"Kalau di sekolah, InsyaAllah ada satgas yang mengawasi, menjaga, memantau, tidak hanya di RT/RW. Tapi dalam perjalanan, butuh pengawasan dari orang tua dan anak-anak itu sendiri harus disiplin," kata Riza saat ditemui wartawan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad.

Dia minta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anaknya disiplin melaksanakan protokol kesehatan ketika pergi dan pulang (sekolah).

Riza mengatakan untuk tahap pertama, sebanyak 610 satuan pendidikan dasar dan menengah di Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan telah menetapkan Petunjuk Teknis Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Satuan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 882 Tahun 2021 yang terbit 27 Agustus 2021.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dalam Surat Kepala Dinas Pendidikan Nomor 883 tahun 2021 menyebutkan ada 610 sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas di Jakarta.

"Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, satuan pendidikan melakukan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Nahdiana.

Pada surat keputusan itu disebutkan bahwa kegiatan PTM akan dievaluasi secara berkala sejak dimulai pada Senin (30/8).

SK tersebut menyebutkan peran serta komite satuan pendidikan serta orang tua atau wali murid dalam pelaksanaan PTM terbatas. Di antaranya:

1. Membuat kesepakatan bersama antara komite satuan pendidikan dan orang tua/wali murid terkait kesiapan melakukan PTM terbatas di satuan pendidikan dasar dan menengah tersebut;
2. Orang tua/wali murid tidak diizinkan menunggu peserta didik di sekolah;
3. Harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, melakukan ketika batuk dan bersin yang benar, tidak menyentuh mulut, mata dan hidung);
4. Meminta kepada orang tua untuk mengingatkan putra putrinya, untuk selalu menjaga kebersihan selama di satuan pendidikan, menjaga jarak, secara periodik mencuci tangan dengan sabun, dan beretika ketika batuk/bersin;
5. Orang tua atau wali murid menginformasikan kepada pihak satuan pendidikan bila putra-putrinya, pernah menderita sakit berat atau pernah dirawat di rumah sakit. (mdk/noe)

Baca juga:
PTM Terbatas Dimulai Besok, Ini yang Harus Dilakukan Sekolah Cegah Klaster Covid-19
Catat Durasi Waktu Belajar Tatap Muka untuk PAUD, SD Hingga SMA di Jakarta
Jelang Sekolah Tatap Muka, Warga Berburu Seragam di Pasar Mester
Tangsel Siap Buka Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Pekan Depan
Wagub Riza: 610 Sekolah di DKI Mulai Belajar Tatap Muka Besok Sudah Lalui Uji Coba
Personel Polda Metro Akan Berjaga di Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami