Wagub DKI Minta Warga Tak Khawatir TPU Pemakaman Jenazah Covid-19 Menipis

Wagub DKI Minta Warga Tak Khawatir TPU Pemakaman Jenazah Covid-19 Menipis
Alat Berat Gali Tanah Untuk Makamkan Jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
JAKARTA | 22 Januari 2021 20:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta sudah membuka lahan makam baru untuk pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Penambahan lahan makam itu diperlukan sebab makam khusus Covid-19 yang ada telah penuh.

"Pemprov sudah menambah luasan pemakaman di beberapa tempat seperti Srengseng, Bambu Wulung, Semper, Joglo, dan pemakaman umum lainnya. Di beberapa titik tersebut disiapkan tempat pemakaman untuk Covid termasuk di Rorotan. Sekalipun di (TPU) Srengseng sudah penuh, itu sudah disiapkan tempat lain termasuk di Rorotan," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/1).

Ariza memastikan Pemprov DKI akan mengupayakan ketersediaan lahan pemakaman. Dia meminta warga Jakarta tidak panik.

"Warga Jakarta tidak perlu khawatir. Memang semuanya ada peningkatan yang luar biasa. Tidak hanya pemakaman, tapi juga okupansi rumah sakit, tempat tidur, juga ruang ICU. Tapi kami terus mengendalikan, mengupayakan berbagai dukungan fasilitas sebaik mungkin, termasuk pemakaman," ujar dia.

Meski mengakui sulit menemukan lahan baru, politisi Gerindra ini memastikan tak ada kendala besar untuk menyediakan lahan pemakaman baru. "Enggak ada kendala, masalah makam memang secara umum enggak cuma di Jakarta, di dunia pasti menghadapi masalah tanah. Tanah untuk gedung, jalan, waduk, RTH, taman. Kan itu kompleksitas masalah Ibu Kota di seluruh dunia termasuk tanah untuk pemakaman," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Pemprov DKI Beli 5 Lahan...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami