Wagub DKI Sebut Banjir di Jakarta Akibat Curah Hujan Tinggi

Wagub DKI Sebut Banjir di Jakarta Akibat Curah Hujan Tinggi
Banjir di Cipinang Melayu. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
JAKARTA | 19 Februari 2021 19:25 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Banjir merendam 57 dari 30.470 RT di DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi.

"Memang curah hujannya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian juga dua hari ini menurut BMKG ada potensi hujan yang lebih tinggi, besar intensitasnya, berpotensi terjadi genangan bahkan mungkin ada banjir," kata Riza, Jumat (19/2).

Politikus Partai Gerindra ini menyebut dari sekian titik terendam banjir di DKI Jakarta, ada sejumlah yang masuk kategori parah. Di antaranya Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kemudian Condet, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur dan Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Meski demikian, kata Riza, banjir yang terjadi kali ini tidak sebanding dengan beberapa tahun lalu. Banjir yang terjadi beberapa tahun silam jauh lebih parah dan menelan banyak korban jiwa.

"Banjir-banjir yang sebelumnya luar biasa kan tidak terjadi lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Riza Patria mengatakan banjir yang melanda DKI Jakarta hari ini tidak berdampak besar. Berdasarkan data, hanya 57 dari 30.470 RT di DKI Jakarta yang terendam banjir.

"Jadi kecil sekali. Jumlah pengungsi ada 182 KK. Kalau melihat data dari tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan signifikan," kata Riza, Jumat (19/2).

Selain jumlah RT, titik pengungsian pada banjir kali ini juga menurun signifikan dibanding sebelumnya. Riza menyebut, pada 2013, titik pengungsian banjir sebanyak 1.115. Kemudian pada 2015 menurun menjadi 337.

Sementara pada 2018 tidak ada titik pengungsian. Namun, pada 2019 meningkat tipis yakni sebanyak 13. Pada 2020, tercatat ada 70 titik pengungsian banjir.

"2021 Sedang kita rekap, sementara ada 1, 2 titik pengungsian," ujarnya.

Riza melanjutkan, korban jiwa pada banjir kali ini juga belum ada. Padahal, pada 2013 jumlah korban jiwa akibat banjir sebanyak 38. Pada 2018 menurun menjadi 1, 2019 meningkat menjadi 2 dan 2020 konsisten hanya 2 korban jiwa.

"Warga terdampak juga demikian semakin berkurang, kelurahan terdampak juga semakin berkurang, kecamatan terdampak juga semakin berkurang. Prinsipnya dari data dan fakta terjadi penurunan yang cukup signifikan berkat upaya kita semua, khususnya masyarakat Jakarta yang mendukung program-program pemerintah," tandasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Proses Evakuasi Orang Meninggal di Lokasi Banjir Cipinang Melayu
Wagub DKI Ariza: Titik Banjir Menurun, Pengungsi dan Keluhan Berkurang
Banjir Akibat Luapan Kali Sunter Rendam Cipinang Melayu
Wagub DKI: Hanya 57 dari 30.470 RT Banjir, Kecil Sekali dari Tahun Sebelumnya
BPBD DKI: Masih Ada 33 RW Tergenang, Akibat Hujan Deras Hari Ini

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami