Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu Banjir karena Kontur di Bawah Permukaan Laut

Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu Banjir karena Kontur di Bawah Permukaan Laut
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
JAKARTA | 15 April 2021 16:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sejumlah wilayah di Ibu Kota memang memiliki kontur di bawah permukaan air laut. Salah satunya yakni di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Akibatnya, kata dia, saat curah hujan tinggi wilayah tersebut akan terjadi banjir.

"Cipinang Melayu ini kan memang beda. Di Jakarta ini kan konturnya memang di bawah permukaan laut, termasuk Cipinang," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (15/4).

Lanjut dia, kondisi tersebut disebabkan adanya pengerukan tanah untuk pembangunan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan beberapa tahun lalu. Lahan tersebut membentuk sebuah kubangan yang menjadi lebih rendah dari wilayah sekitarnya.

"Sekarang kubangan itu karena sulitnya lahan oleh warga dijadikan permukiman. Kalau hujan ya banjir," papar dia.

Kendati begitu, politikus Gerindra itu akan mencarikan solusi untuk wilayah di DKI Jakarta yang cenderung rendah. "Di antaranya konsep yang sudah pernah kami sampaikan, di situ nanti harus dibangun rusunawa, rusunami, sehingga bawahnya kosong," jelas Riza.

Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur membantu penyedotan banjir yang menggenangi permukiman warga di Cipinang Melayu. Kasi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan bahwa ketinggian air yang menggenang permukiman warga tersebut sekitar 60 sentimeter (cm).

Infografis Penggabungan dan Kementerian Baru, Siap-Siap Reshuffle Kabinet. "Penyedotan dinyatakan selesai, sudah tidak ada genangan air di Cipinang Melayu," kata Gatot Sulaeman saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021), seperti dikutip dari Antara.

Dia menambahkan bahwa pihaknya mulai melakukan penyedotan pada Rabu (14/4/2021) sekitar pukul 19.25 WIB dan berakhir pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak ada warga yang dievakuasi akibat banjir tersebut. Meski demikian, Gatot mengatakan proses penyedotan sempat terkendala akses menuju ke lokasi banjir dengan kondisi lalu lintas yang padat. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami