20 Mei: Wafatnya Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Karismatik dan Disegani

20 Mei: Wafatnya Ali Sadikin, Gubernur Jakarta yang Karismatik dan Disegani
Ali Sadikin. ©2012 Merdeka.com
JATENG | 20 Mei 2022 05:00 Reporter : Jevi Nugraha

Merdeka.com - Ali Sadikin atau yang akrab disapa Bang Ali adalah Gubernur Jakarta ke-7 yang terkenal di Indonesia. Letnan jenderal Korps Komando Angkatan Laut ini, ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966. Beliau menjadi salah seorang tokoh karismatik yang begitu disegani masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta.

Sebelum diangkat menjadi Gubernur Jakarta, Bang Ali pernah menjabat sebagai sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, dan Menteri Koordinator Kompartemen Maritim. Jika beliau mempunyai panggilan Bang Ali, istri beliau Ny. Nani Sadikin, yang juga seorang dokter gigi, sering disapa Mpok Nani olek warga Jakarta.

Tepat hari ini, 20 Mei pada 2008 silam, Ali Sadikin meninggal dunia. Beliau wafat di Singapura dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Tentu saja, kepergiannya menjadi duka yang mendalam bagi warga Jakarta.

Lantas, seperti apa perjalanan hidup seorang Ali Sadikin? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com dan berbagai sumber lainnya.

2 dari 3 halaman

Karier Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta

008 nfi
©repro buku Bang Ali Demi Jakarta 1966-1977

Selama menjabat sebagai Gubernur Jakarta, pria kelahiran Sumedang, 7 Juli 1926 ini ikut dalam penggagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol, Pekan Raya Jakarta, dan beberapa tempat terkenal lainnya. Selain itu, beliau juga menggagas pembangunan beberapa museum seperti Museum Fatahilla, Museum Tekstil, Museum Keramik, dan Museum Wayang.

Tak hanya itu, Bang Ali juga memperhatikan kehidupan para artis yang telah lanjut usia di Kota Jakarta yang pada waktu itu banyak bermukim di daerah Tangki, sehingga wilayah tersebut diberi nama Tangkiwood. Di bawah pimpinan Bang Ali, kota Jakarta sering dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak heran, jika Bang Ali menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta.

Salah satu kebijakan Ali Sadikin yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam. Selain itu, beliau juga mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota serta membangun kompleks Kramat Tunggak sebagai lokalisasi pelacuran.

Setelah berhenti dari jabatannya, Bang Ali digantikan oleh Letjen Tjokropranolo. Kendati sudah tidak menjabat sebagai Gubernur, beliau masih tetap aktif menyumbangkan pikiran-pikirannya untuk pembangunan kota Jakarta dan negara Indonesia. Hal ini membawanya kepada posisi kritis sebagai anggota Petisi 50, sebuah kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh militer dan swasta terhadap pemerintahan Presiden Suharto.

3 dari 3 halaman

Wafatnya Ali Sadikin

potret gagah berwibawa ali sadikin
Instagram @perfectlifeid ©2021 Merdeka.com

Ali Sadikin wafat di Singapura pada Selasa, 20 Mei 2008 silam. Jenazahnya dibawa pulang ke Jakarta, pada Rabu pukul 07.00 waktu Singapura. Beliau dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

Sepanjang hidupnya, Bang Ali sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Di bawah kepemimpinannya, Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikirannya, seperti Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ismail Marzuki, Taman Ria Monas, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, Ali Sadikin juga menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang saat ini dikenal sebagai Jakarta Fair, sebagai sarana hiburan dan promosi dagang industri barang dan jasa dari Tanah Air. Bahkan, beliau juga berhasil memperbaiki sarana transportasi di Jakarta dengan mendatangkan banyak bus kota dan menata trayeknya.

Setelah berhenti dari jabatannya, Ali Sadikin tetap aktif dalam menyumbangkan gagasan-gagasannya untuk pembangunan kota Jakarta. Tak heran, kepergiannya menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta.

(mdk/jen)

Baca juga:
19 Mei 1955 : Kelahiran James Gosling, Pencipta Bahasa Pemrograman Java
18 Mei 1974: Pelaksanaan Operasi Smiling Buddha, Uji Coba Nuklir Pertama India
17 Mei Peringatan Hari Buku Nasional, Berikut Sejarah dan Cara Merayakannya
Peristiwa 16 Mei: Tentara PETA Dihukum Mati, Ini Sejarah Lengkapnya
Sejarah 15 Mei 1972: Pulau Okinawa Kembali pada Kekuasaan Jepang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami