4 Ahli Bicarakan Virus Corona, Akankah Berakhir pada Musim Panas 2020?

4 Ahli Bicarakan Virus Corona, Akankah Berakhir pada Musim Panas 2020?
Aktivitas Relawan hadapi Virus Corona di China. ©2020 STR / AFP
JATENG | 17 Maret 2020 12:00 Reporter : Intan Kumalasari

Merdeka.com - Kasus infeksi virus corona Covid-19 masih menjadi masalah di berbagai negara. Berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Senin (16/3) kasus infeksi virus corona diseluruh dunia telah mencapai 163.387.

Dari angka itu, 77.257 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Angka kematian Virus Corona COVID-19 secara global juga tercatat sebanyak 6.513 jiwa dilansir dari liputan6.com yang mengutip dari gisanddata.maps.arcgis.com.

Pertanyaan yang sering dilontarkan yaitu kapan pandemi virus corona ini akan berakhir. Virus yang menyebar dengan cepat dan siapapun tak luput dari penyebarannya. Dilansir dari liputan6.com beberapa ahli menyatakan kapan berakhirnya virus corona.

2 dari 5 halaman

Walter Ricciardi

Walter Ricciardi yang merupakan anggota dewan eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia dan konsultan kementerian kesehatan Italia memberikan tanggapan mengenai Virus Corona. Ia menjelaskan bahwa kondisi dunia akan normal kembali pada musim panas.

"Saya mendapat kesan bahwa, jika kita beruntung dan semua bekerja bersama, kita bisa melewati ini semua pada musim panas," katanya.

"Saat itulah kita seharusnya bisa kembali ke kehidupan normal."

walter ricciardi
2020 Merdeka.com/scienzainrete.it
3 dari 5 halaman

Dennis Carrol

Dennis Carrol yang merupakan mantan direktur Badan Keamanan dan Pengembangan Kesehatan Global AS untuk pembangunan Internasional menanggapi pernyataan Ricciardi. Ia menuturkan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar.

Dennis juga mengatakan pernyataan yang disampaikan Ricciardi hanya politik yang penuh harapan. Pernyataan tersebut tidak didukung dengan bukti yang tersedia.

dennis carrol
2020 Merdeka.com/bush.tamu.edu
4 dari 5 halaman

Ogbonnaya Omenka

Ogbonnaya Omenka menganalogikan virus corona dengan flu dan pilek. Asisten profesor dan spesialis kesehatan masyarakat di Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Butler ini mengatakan kepada USA Today karena flu dan pilek kebanyakan terjadi di musim dingin dan hilang di musim panas.

Ada harapan corona akan mengikuti tren serupa. Ia juga memberi catatan bahwa di Australia saat ini masuk musim panas tetapi juga menghadapi kasus corona.


5 dari 5 halaman

Melissa Nolan

Berbeda dengan Dennis Carrol yang membantah pernyataan Ricciardi, Melissa Nolan tidak membantah pandangan tersebut. Dokter dan profesor epidemiolog di Arnold School of Public Health Universitas Caroline Selatan, menjelaskan bahwa kasus ini akan memuncak pada akhir April atau awal Mei.

"Perkiraan menunjukkan bahwa kasus akan memuncak pada akhir April atau awal Mei, dan para ahli berharap bahwa langkah-langkah ketat saat ini akan memastikan mitigasi penyebaran yang berkelanjutan," katanya.

Ia juga menekankan bahwa hal ini bisa terwujud tergantung dengan kesadaran masyarakat. Semakin sedikit orang berinteraksi satu sama lain, semakin cepat keluar dari krisis tersebut.

melissa nolan
2020 Merdeka.com/ sc.edu (mdk/kum)

Baca juga:
Cuitan Pertama Orang Terkaya China, Kirim Sumbangan Masker ke Amerika
Jokowi Belum Kepikiran, 8 Negara Ini Lakukan Lockdown Termasuk Malaysia
Merebaknya Wabah Corona, Pelatihan Jiu-Jitsu Live Streaming Jadi Pilihan
Bintang Film Marvel Idris Elba Positif Corona, Tanpa Gejala dan Mengisolasi Diri
Kronologi Lengkap Model Indonesia Terjebak Corona di Italia, Seperti Perang Dunia
Putuskan Lockdown, Presiden Prancis Kerahkan 100 Ribu Petugas Keamanan


Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami