4 Fakta Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong, Simbol Keberagaman Warisan Tionghoa

4 Fakta Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong, Simbol Keberagaman Warisan Tionghoa
Suasana Klenteng Sam Poo Kong di Semarang. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia
JATENG | 11 Februari 2021 11:24 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Bangsa Tionghoa telah melakukan pelayaran ke seluruh dunia sejak dahulu kala. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Nusantara. Kini, jejak-jejak pelayaran bangsa Tionghoa itu terekam dalam tiap kelenteng yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya adalah Kelenteng Sam Poo Kong.

Kelenteng Sam Poo Kong merupakan kelenteng yang terkenal di Semarang, bahkan di Pulau Jawa. Di dalam kelenteng itu, terdapat jejak-jejak pelayaran bangsa Tionghoa dalam mengarungi samudra. Salah satunya adalah patung Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang diyakini terbesar se-Asia Tenggara.

Berdasarkan jejak yang terekam dalam kelenteng itu, Cheng Ho merupakan seorang laksamana asal Tiongkok yang beragama Islam. Pada tahun 1416, dia “terpaksa” merapat di sebuah pelabuhan karena juru mudinya, Wang Jing Hong, menderita sakit keras. Oleh karena itulah, mereka harus menetap sementara di tempat itu.

Lalu bagaimana ceritanya hingga kemudian Kelenteng Sam Poo Kong dibangun? Dan apa kaitannya keberadaan kelenteng itu dengan sosok Laksamana Cheng Ho? Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Jejak Laksamana Cheng Ho...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami