4 Potret Kemeriahan Hari Raya Waisak di Borobudur, Ribuan Lampion Diterbangkan

4 Potret Kemeriahan Hari Raya Waisak di Borobudur, Ribuan Lampion Diterbangkan
Pelepasan lampion di Candi Borobudur. ©Instagram/@jelajahborobudur
JATENG | 17 Mei 2022 14:43 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Setelah dua tahun diselenggarakan secara terbatas karena pandemi, pada 2022 ini, perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur dapat kembali diadakan secara meriah.

Pada malam perayaan itu, sekitar 2.000 lampion diterbangkan. Ketua panitia Penerbangan Lampion Waisak 2566 BE di Candi Borobudur, Agus Jaya, mengatakan bahwa penerbangan lampion itu dibagi menjadi dua kelompok.

“Penerbangan lampion pertama dilakukan pukul 19.30 WIB dan penerbangan kedua sekitar pukul 22.00,” kata Agus dikutip dari ANTARA pada Senin (16/5).

Tak hanya pesta lampion, perayaan Waisak kali ini juga diisi oleh acara-acara lain yang tak kalah seru. Apa itu? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Lampion dari Thailand

pelepasan lampion di candi borobudur
©Instagram/@jelajahborobudur

Agus mengatakan, masing-masing lampion yang diterbangkan berdiameter 90 centimeter dan tinggi satu meter. Lampion itu didatangkan jauh-jauh dari Thailand.

“Ukuran dan bahan lampion itu standar yang sangat aman, karena bahannya dari kertas khusus dan kerangkanya dari bambu. Pada saat ketinggian tertentu dan sumbunya menyala kita akan lebih sempurna, terbang melaju dengan ketinggian tertentu dan akhirnya terbakar, sehingga ‘clear’,” kata Agus.

3 dari 4 halaman

Makna Penerbangan Lampion

pelepasan lampion di candi borobudur
©Instagram/@jelajahborobudur

Agus mengatakan bahwa setiap perayaan Waisak memang selalu ada pelepasan lampion karena kegiatan ini merupakan ritual dari perayaan Waisak yang diselenggarakan Walubi. Ia menegaskan penerbangan itu sudah dapat izin dan dia menjamin saat lampion diterbangkan sudah tidak ada penerbangan udara.

“Makna penerbangan lampion ini universal sekali. Karena bukan dari umat Buddha saja yang bisa ikut, tapi semua agama bisa duduk bareng di sini. Kami berdoa di candi agung ini banyak yang berjodoh, makanya acara penerbangan lampion ini adalah magnet bagi semua peserta perayaan Waisak,” kata Agus.

4 dari 4 halaman

Arak-Arakan dari Mendut ke Borobudur

arak arakan dari candi mendut ke candi borobudur
©YouTube/Liputan SCTV

Pada siang harinya sebelum pelepasan lampion itu, ribuan penganut Buddha melakukan arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Selain dihadiri para tokoh umat Buddha, arak-arakan itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebelum arak-arakan itu, api dharma dan air berkah disemayamkan di Candi Mendut.

“Mudah-mudahan ini bagian dari semangat untuk bisa kembali setelah dua tahun terpuruk tidak kemana-mana karena pandemi COVID-19. Kami berharap pada perayaan Waisak ini semua bahagia,” kata Ganjar.

Sangat Bersyukur

arak arakan dari candi mendut ke candi borobudur
©YouTube/Liputan SCTV

Koordinator Perayaan Waisak 2566 BE, Tanto Soegito Harsono, bersyukur perayaan Waisak bisa kembali digelar di Borobudur tahun ini.

“Ini pertama kali setelah dua kali kami absen melakukan Waisak di Borobudur. Kami bersyukur pandemi cepat berlalu sehingga umat Buddha bisa dengan suka cita merayakan Waisak walaupun masih dalam skala yang terbatas,” jelas Tanto. (mdk/shr)

Baca juga:
Nyalakan 339 Lilin Teratai, Perayaan Waisak di Vihara Tertua Cirebon Berjalan Khidmat
Ribuan Lampion Hiasi Malam Waisak di Candi Borobudur
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Makna di Balik Perayaan Waisak di Borobudur
Ratusan Umat Buddha Etnis Tamil di Medan Rayakan Waisak
Semarak Perayaan Hari Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur
Perayaan Waisak Berlangsung Hikmat di Vihara Avalokitesvara Pondok Cabe

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami