4 Tokoh Ini Minta Jokowi Segera Lakukan Lockdown, Biar Indonesia Tak Seperti Italia

4 Tokoh Ini Minta Jokowi Segera Lakukan Lockdown, Biar Indonesia Tak Seperti Italia
JATENG | 24 Maret 2020 19:14 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden Jokowi untuk segera memberlakukan lockdown di Indonesia agar tidak bernasib sama dengan Italia. Menurut Fadli, tingginya angka kematian di Italia disebabkan karena negara itu terlambat melakukan lockdown.

“Salah satu sebab kenapa Italia kini mengalami krisis lebih buruk dari China adalah karena mereka terlalu menganggap remeh wabah COVID-19. Karena negara itu telat melakukan lockdown, virus dengan cepat menyebar ke seluruh wilayah melebihi kapasitas perawatan yang bisa disediakan,” ujarnya dilansir dari Merdeka.com (24/3).

Selain Fadli Zon, diketahui terdapat tiga tokoh lagi yang mengharapkan agar segera dilakukan lockdown di Indonesia.

1 dari 4 halaman

Akan Bernasib Seperti Italia

Menurut Fadli Zon, nasib Indonesia akan seperti Italia apabila tidak melakukan Lockdown. fadli zon

2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Wakil Ketua Umum Gerindra itu membandingkan data jumlah kasus positif Corona di Wuhan dengan Jakarta. Waktu awal kemunculannya, terdapat 495 orang terjangkit Virus Corona di Wuhan, sementara di Jakarta ada 304. Dari data tersebut, Fadli meminta pemerintah melakukan langkah drastis.

"Jika kita masih bertahan pada pola koordinasi yang telah diterapkan selama seminggu terakhir, bukan tak mungkin kita mengalami situasi yang lebih buruk dari Italia dalam beberapa minggu ke depan. Ini adalah titik kritis untuk segera memulai sebuah kebijakan drastis," ujar Fadli dilansir Merdeka.com (24/3).

2 dari 4 halaman

Tompi: Jangan Ragu Lockdown

wajah bengkak ratna sarumpaet

2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Sama seperti Fadli Zon, penyanyi yang juga memiliki profesi sebagai dokter bedah, Tompi meminta Jokowi segera melakukan Lockdown. Dalam akun Twitternya (14/3) dia menulis kebijakan lockdown adalah satu-satunya cara agar Indonesia bisa selamat dari wabah Corona.

Dia menginginkan Indonesia melakukan lockdown paling tidak dua minggu dari pada lebih banyak lagi korban akibat virus tersebut. Tapi yang dimaksud Tompi bukanlah lockdown yang ekstrem seperti yang diterapkan di Wuhan.

"LOCKDOWN yang saya maksud bukan extrem sampai nggak boleh berhubungan dengan dunia luar sama sekali, nggak kontak dengan siapapun. BUKAN ITU." Tulis Tompi dalam akun Twitter-nya (15/3).

3 dari 4 halaman

Melanie Subono: Gue setuju Lockdown

melanie subono

2020 Merdeka.com/Instagram Melanie Subono

Sementara itu artis sekaligus penyanyi Melanie Subono juga setuju apabila Indonesia menerapkan langkah Lockdown. Dalam akun Instagramnya, ia setuju kebijakan itu karena menurutnya pemerintah dinilai masih kebingungan dalam menangani pasien yang diduga tertular Virus Corona.

Selain itu dari pengamatannya, negara-negara yang bisa menghentikan penyebaran Virus Corona adalah negara yang secara berani menerapkan kebijakan lockdown.

"Gue Setuju Lockdown. Negara yang pada cepet memberhentikan penyebaran itu karena mereka berani hilang duit sebentar, dan mentingin NYAWA RAKYAT. Atau minimal STOP penerbangan-penerbangan keluar masuk kalau tidak bisa dikontrol penumpangnya.
Kenapa gue setuju? Karena negara kita aja suruh meriksa masih bingung. Gue kemarin masuk dari 5 negara besar Lockdown. Gue kondisi batuk dan gue Cuma disuruh isi formulir sendiri loh. Kalau gue nggak jujur gimana? Gue disuruh isolasi aja nggak ada cek kok hari ini." tulis Menalie Soebono di akun Instagramnya.

4 dari 4 halaman

Jusuf Kalla: Lock Down Merupakan Langkah Tepat

jusuf kalla

2020 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) menilai lockdown merupakan kebijakan yang positif. Namun menurutnya, harus ada kesiapan matang apabila ingin menerapkan hal itu.

"China berhasil memperlambat walau tidak mencegah 100 persen. Lockdown itu harus sangat disiplin. Indonesia kalau diinstruksikan pasti bisa. Tapi harus siap seperti ekonominya dan macam-macam," ujar JK dilansir Liputan6.com (17/3).

(mdk/shr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami