5 Makanan Khas yang Digemari Raja-Raja Jogja, dari Dendeng Age hingga Timlo

5 Makanan Khas yang Digemari Raja-Raja Jogja, dari Dendeng Age hingga Timlo
Keluarga Kraton Jogja. ©2020 Merdeka.com/KratonJogja.id
JATENG | 13 Februari 2020 15:00 Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Merdeka.com - Makanan menjadi kebutuhan penting bagi seluruh manusia, tak terkecuali raja. Sama seperti halnya para raja di Kraton Jogja, dari Sultan HB VII hingga X, memiliki kegemaran yang berbeda soal makanan khas yang digemari untuk bersantap di kerajaannya.

Kraton Jogja atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningkrat berdiri tahun 1755, pasca Perjanjian Giyanti disepakati bersama dengan Raja Kraton Surakarta dan pihak Hindia Belanda. Perjanjian ini membelah kekuasaan Kerajaan Mataram Islam menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta.

Setelah berdiri menjadi kerajaan sendiri, Pangeran Mangkubumi diangkat menjadi Raja Jogja dan diberi gelar Sultan Hamengkubuwono I. Setelah Sultan HB I, tahta diberikan turun temurun ke penerusnya, yang tentunya setiap raja memiliki kisah masing-masing.

Satu yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan kerajaan ialah hidangan sang raja. Dalam kehidupan kraton yang kental dengan tradisi, tentu ada cara dan menu khusus dalam menyajikan makanan khas kegemaran sang raja, seperti menu-menu di bawah ini:

2 dari 6 halaman

Dendeng Age

Dalam video dokumenter yang dibuat di bawah Dinas Kebudayaan Yogyakarta yang berjudul, Kersanan Ndalem - Dokumenter tentang Kuliner Kesukaan Para Raja, digambarkan bagaimana para abdi dalem Kraton menyiapkan menu makanan khas untuk raja.

hidangan raja kraton jogja2020 Merdeka.com/Youtube Dona Roy

Video dokumenter karya Dona Roy itu dijelaskan hidangan apa saja yang digemari raja, dari Sultan Hamengkubuwono VII hingga X. Makanan khas pertama ialah Dendeng Age yang terbuat dari daging kaya protein kegemaran Sultan HB VII.

Hingga saat ini, Dendeng Age masih kerap dibuat oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Terbuat dari daging sapi yang masak khas dendeng kering dan disangrai bersama parutan kelapa yang telah dibumbui rempah.

3 dari 6 halaman

Lombok Kethok

Makanan khas kegemaran Raja Jogja selanjutnya ialah Lombok Kethok. Hidangan ini merupakan salah satu kesukaan Sultan HB VIII. Lombok Kethok terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama dengan cabai dan bumbu rempah pedas lainnya.
hidangan raja kraton jogja2020 Merdeka.com/Youtube Dona Roy

Selain Lombok Kethok, Sultan HB VIII juga gemar menyantap makanan khas Manuk Enom. Hidangan dari daging burung atau ayam yang dimasak dengan bumbu rempah khas.

4 dari 6 halaman

Bistik Jawa

Sedikit berbeda dengan raja-raja sebelumnya, Sultan HB IX yang lama tinggal bersama keluarga Mulder, keluarga asuhnya yang berasal dari Belanda sejak kecil. Sultan HB IX juga pernah tinggal lama di Belanda untuk sekolah.
ilustrasi bistikShutterstock/barbaradudzinska

Latar belakang inilah yang menjadi pembeda selera makanannya dengan sultan sebelumnya. Bistik Jawa menjadi salah satu kesukaan Sultan HB IX. Bistik Jawa mirip seperti olahan steak khas negeri barat. Bedanya, bentuk Bistik Jawa lebih padat dan bulat serta kental dengan rasa manis.

5 dari 6 halaman

Sayur Bobor

Selain Bistik Jawa yang merupakan olahan akulturasi khas Sultan HB IX, ada Sayur Bobor. Jenis sayur ini juga menjadi kegemaran sang sultan. Terbuat dari daun singkong dan labu siam, sayur ini memiliki cita rasa yang unik.
hidangan raja kraton jogja2020 Merdeka.com/Youtube Dona Roy

Perpaduan gurih dan manis didapat dari kuah yang diberi campuran santan dengan tambahan bumbu rempah khas. Sayur ini sangat nikmat disantap bersama sambal terasi saat hujan turun.

6 dari 6 halaman

Timlo

Timlo menjadi salah satu makanan khas favorit Sultan Hamengkubuwono X. Selain Timlo, Sultan HB X juga menggemari makanan yang lebih praktis seperti Pecel Ayam, Gecok Genem dan Urap.
hidangan raja kraton jogja2020 Merdeka.com/Youtube Dona Roy

Dari video yang diunggah pada 1 November 2015 itu, putri sulung Kraton Jogja, GKR Pembayun membagikan informasi mengenai menu makanan yang kerap jadi hidangan di keluarga Kraton Jogja.

"Kalau di rumah itu, selalu hidangannya ada tujuh macam, ada sayur yang santan, ada sup, yang lainnya ada sayuran itu masih biasa," ungkap Putri Kraton Jogja.

Baca juga:
Resep Kering Kentang Mustafa Renyah untuk Persediaan Lauk Kering Awetan di Rumah
Asal-Usul Gudeg yang Tercipta dari Tangan Prajurit Mataram Kala Babat Alas
Cara Membuat Gudeg Nangka Cokelat Pekat dan Legit
Resep Sambal Goreng Kerecek Pedas Manis dengan Tahu Tempe
Resep Bulgogi Sederhana, Daging Sapi BBQ ala Korea
'Saatnya Membawa Mi Aceh Jadi Kuliner Kelas Dunia'
Intip Aktivitas Ibu-ibu Palestina Bikin Kue Tradisional Jelang Lebaran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami