5 Orang Indonesia Ini Ternyata Penyintas Bom Atom Hiroshima, Begini Kisahnya

5 Orang Indonesia Ini Ternyata Penyintas Bom Atom Hiroshima, Begini Kisahnya
Bom atom Hiroshima. © 3dhistory.co.uk
JATENG | 13 Agustus 2022 12:38 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Peristiwa Bom Atom Hiroshima yang terjadi pada 6 Agustus 1945 merupakan peristiwa kelam yang menjadi akhir dari Perang Dunia II. Bom atom itu menewaskan setidaknya 140.000 orang dan memberikan efek radiasi selama bertahun-tahun.

Tak hanya penduduk Jepang, beberapa korban dari peristiwa ini ternyata berasal dari Indonesia. Mereka merupakan mahasiswa dari program beasiswa pendudukan pemerintah Jepang bernama “Nampo Tokubetsu Ryugakusei” yang berarti Mahasiswa Luar Biasa dari Daerah Selatan.

Total mahasiswa yang mengikuti program itu ada 205 orang, dan 81 di antaranya berasal dari Indonesia. Mereka berangkat dalam dua periode, yaitu pada Mei 1943 dan April 1944. Saat tiba di Jepang, mereka masuk sekolah bahasa dulu selama setahun, setelah itu baru mereka bisa masuk universitas.

Lalu bagaimana nasib para mahasiswa Indonesia itu saat bom atom menerjang Hiroshima? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Mahasiswa Indonesia di Hiroshima

penyintas bom atom hiroshima dari indonesia
©YouTube/Album Sejarah Indonesia

Dalam sebuah foto yang diunggah akun YouTube Album Sejarah Indonesia, terpampang enam orang yaitu Tarmidzi dari Indonesia, seorang bapak asuh yang berasal dari Jepang, Pangeran Yusof dari Brunei, Hasan Rahaya dari Indonesia, Abdul Razak dari Malaysia, dan Arifin Bey dari Indonesia. Mereka merupakan mahasiswa dari program pendudukan pemerintah Jepang bernama Nampo Tokubetsu Ryugakusei yang masuk Universitas Hiroshima Bunrika Dagaku.

Pada hari saat Hiroshima dibom, Arifin, Hasan, Abdul Razak, dan Pangeran Yusof sedang berada di dalam kelas. Mendadak cahaya seperti kilat terlihat dari luar tanpa suara diikuti runtuhnya bangunan kelas mereka. Dalam kesaksiannya, Arifin menyebut mereka tak sadarkan diri. Saat sadar, ia merasa suasana seperti magrib.

Di jalan raya orang berlarian. Sebagian besar pakaian mereka compang-camping dan hangus. Gedung-gedung beton rata dengan tanah. Kebakaran di mana-mana. Mereka bertahan hidup selama 10 hari dengan kengerian.

3 dari 4 halaman

Mahasiswa yang Meninggal

penyintas bom atom hiroshima dari indonesia
©YouTube/Album Sejarah Indonesia

Sementara itu, ada beberapa mahasiswa dari Asia Tenggara lain yang menjadi korban bom Hiroshima. Dua di antaranya adalah Nick Yusof dari Kelantan, Malaysia, dan Syed Omar dari Johor.

Nick meninggal sehari setelah bom. Omar wafat hampir sebulan kemudian di Kyoto, 3 September 1945. Ia dirawat setelah mengeluh letih dalam perjalanan ke Tokyo bersama yang lain.

Dokter menyatakan bahwa dia meninggal karena “excessive radiation” atau terpapar radiasi yang berlebihan. Ada juga penyintas lain bernama Muskarna Sastranegara yang saat itu sedang berada di luar Kota Hiroshima. Selain itu, ada Adil Sagala yang diselamatkan oleh para mahasiswa saat mereka kembali ke asrama.

4 dari 4 halaman

Nasib Para Penyintas

penyintas bom atom hiroshima dari indonesia
©YouTube/Album Sejarah Indonesia

Berhasil selamat dari tragedi yang mengerikan itu, para mahasiswa asal Indonesia dan Asia Tenggara lainnya melanjutkan hidup hingga sukses dalam karier mereka. Hasan Rahaya kelak terjun ke dunia politik dan sempat menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Hasan merupakan ayah dari presenter Ferdy Hasan.

Sementara itu, Arifin Bey menjadi seorang jurnalis sekaligus akademikus di Indonesia dan Jepang. Dia menjadi doktor ilmu politik dari Georgetown. Abdul Razak dikenal sebagai pegiat kajian Jepang di Malaysia. Pangeran Yusof menjadi Menteri Besar pertama Brunei dan juga seorang penulis. Lalu ada Adil Sagala yang menjadi pendiri salah satu produk mi instan di Indonesia.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini