636 ABK Tidak Bekerja Akibat Kebakaran Kapal di Cilacap, Ini 3 Faktanya

636 ABK Tidak Bekerja Akibat Kebakaran Kapal di Cilacap, Ini 3 Faktanya
Kebakaran Kapal. ©2013 Merdeka.com/TMC
JATENG | 17 Mei 2022 16:08 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Pada Selasa (3/5), sebagian besar masyarakat di seluruh penjuru Indonesia masih merayakan suka cita Lebaran. Tapi bagi para nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, hari itu merupakan hari yang suram.

Pada sore hari pukul 17.10, sebuah kapal yang tengah bersandar di Dermaga Batre tiba-tiba meledak. Api dari ledakan itu kemudian menjalar ke kapal-kapal lainnya. Setidaknya ada puluhan kapal yang ikut terbakar. Bahkan kebakaran itu merambat hingga ke Dermaga Wijayapura yang letaknya berdekatan.

Walaupun sudah berlalu sekitar dua minggu, dampak dari peristiwa itu masih dirasakan hingga kini. Tercatat ada 636 anak buah kapal (ABK) tidak bisa bekerja karena kebakaran itu? Bagaimana bisa? Bagaimana solusi yang ditawarkan pemerintah? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Musibah yang Tak Terelakkan

kebakaran kapal perikanan di kabupaten cilacap

©2022 Merdeka.com

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Sarjono mengatakan, total kapal nelayan yang terbakar dalam peristiwa itu ada sebanyak 53 unit ditambah satu buah kapal “tugboat” milik Pelindo. Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau setiap kapal ada 12 ABK, jadi total ada 636 ABK yang saat ini tidak bekerja.

Padahal, saat ini wilayah Samudra Hindia bagian selatan Indonesia saat ini telah memasuki angin timuran. Dalam kondisi ini biasanya berbagai jenis ikan bermunculan.

“Tapi namanya saja musibah, mau bagaimana lagi,” keluh Sarjono, mengutip dari ANTARA pada Senin (16/5).

3 dari 4 halaman

Pinjaman dari Pemerintah

kebakaran kapal perikanan di kabupaten cilacap
©2022 Merdeka.com

Walaupun begitu, Sarjono mengaku bersyukur dalam kunjungannya ke Cilacap pada 11 Mei 2022 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memberikan informasi bahwa pemerintah memberikan pinjaman lunak yang dapat dimanfaatkan para pemilik kapal untuk membangun kembali kapalnya. Pinjaman itu sendiri dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Layanan Umum (BLU) dan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP)

“Pinjaman lunak itu dapat digunakan untuk membangun kapal. Biasanya untuk membangun satu buah kapal butuh waktu enam bulan,” ungkap Sarjono. 

4 dari 4 halaman

Harapan Nelayan Cilacap

jokowi tinjau vaksinasi door to door di kampung nelayan cilacap
©2021 Tim dokumentasi BIN

Hingga saat ini, Sarjono mengaku belum menerima informasi lebih lanjut mengenai kapan pemilik kapal yang terbakar dapat mengakses pinjaman lunak tersebut. Yang pasti hingga saat ini ia dan rekan-rekan nelayan lain masih fokus pada evakuasi bangkai kapal.

Namun ia berharap apabila telah diperoleh, pinjaman itu dapat dibayar setelah kapal selesai dibangun kembali dan digunakan paling tidak dua bulan sehingga sudah ada penghasilan.

“Nanti setelah evakuasi bangkai kapal, saya akan coba komunikasikan dengan KKP. Saat ini, kami masih fokus terhadap evakuasi bangkai kapal,” kata Sarjono, mengutip dari ANTARA. (mdk/shr)

Baca juga:
Total 44 Kapal yang Terbakar di Pelabuhan Cilacap, Kerugian Capai Rp130 Miliar
Polisi Selidiki Kebakaran Hanguskan Puluhan Kapal Nelayan di Cilacap
VIDEO: Kebakaran Puluhan Kapal di Dermaga Wijayanto Cilacap
Sejumlah Kapal di Cilacap Terbakar, 40 Keluarga Diungsikan
Lima ABK WNI Selamat dari Ledakan Kapal Tanker Minyak di Hong Kong
Kapal Kargo Berbendera Malta Terbakar di Perairan Sabang, Kemenhub Kirim Bantuan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami