Aksi Kocak Ali Akbar, Pak Ogah Nyentrik Bermasker Galon

Aksi Kocak Ali Akbar, Pak Ogah Nyentrik Bermasker Galon
Ali Galon Yogyakarta. ©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
JATENG | 15 September 2021 14:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti

Merdeka.com - Bendera kecil semaphore ditangannya menjadi penanda. Sesekali terdengar komando cukup nyaring yang terucap dari bibirnya. Suaranya beradu dengan deru jalanan Kota Yogyakarta. Dengan modal nekat, teriakan dan komando tangannya, pengendara lalu lintas mengikuti aba-aba pria ini. Pak Ogah, begitu julukan untuk mereka para andalan pengendara di persimpangan jalan.

Namun, ada yang unik dari aksi Pak Ogah di persimpangan Jalan Kusumanegara Yogyakarta. Bukan masker yang Ia gunakan untuk menangkal virus Corona, namun galon air mineral yang tersemat manis di kepala. Pria itu bernama Ali Akbar. Tanpa alas kaki, pria paruh baya ini berdiri di tengah jalan. Tangannya memegang bendera kecil semaphore yang membantu mengatur jalan.

Dengan kepala yang tertutup galon, Ali membantu mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Menjadi andalan sekaligus penghibur para pengguna yang melintas.

ali galon yogyakarta
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Bukan tanpa alasan Ali menggunakan galon air bekas sebagai pengganti masker. Selain masker medis susah dicari, Ali juga tak cocok menggunakan masker berbahan kain yang harus dicuci usai dipakai. Akhirnya, galon bekas yang tak terpakai pun ia sulap.

Bagian bawah galon, Ia beri lubang besar agar kepalanya bisa masuk. Bagian atasnya Ia biarkan terbuka agar tidak pengap. Sisi depannya ia beri ruang kecil dengan keran untuk ia bernafas. Rompi berwarna oranye menyala pun ia kenakan. Ali sudah siap beraksi di persimpangan jalan.

ali galon yogyakarta
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Pak Ali Galon, begitu warga menyebutnya. Pria berumur 52 tahun ini mengaku setiap hari dirinya mengais rejeki sejak jam 6 pagi hingga pukul 6 sore. Selain bisa dijumpai di Jalan Kusumanegara terkadang Ali juga siaga di Jalan Tamansiswa.

Tanpa alas kaki, jemari kakinya mampu melawan panas teriknya aspal. Ia berlindung di balik kostum nyentriknya. Mencari nafkah dari lintasan ramainya kendaraan.

ali galon yogyakarta
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Ali dengan galonnya selalu berhasil mencuri perhatian setiap pengendara yang melintas. Sesekali pengendara melihatnya pangling, terkekeh pelan dan ada pula yang turut memberikan semangat. Sembari tersenyum, ia menerima rupiah rupiah berkat jasanya.

Dari tangan ke tangan atau harus ia pungut di aspal. Penghasilan yang dikumpulkan pun tak menentu tiap harinya. Rezekinya tergantung besar kecilnya recehan yang diberikan pengendara mobil.

ali galon yogyakarta
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso

Sebelum pandemi Corona, Ali menyebut dirinya bisa membawa pulang Rp30 ribu setiap kali bertugas di jalan. Namun saat pandemi virus Corona yang menyebabkan banyak warga Yogyakarta memilih tinggal di rumah, Ali mengaku penghasilannya jauh menurun. Untuk mendapatkan Rp30 ribu, bukanlah hal yang mudah sejak sebulan belakangan ini. (mdk/Tys)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami