Bahaya Obesitas bagi Kesehatan, Faktor Pemicu Berbagai Penyakit Berat

Bahaya Obesitas bagi Kesehatan, Faktor Pemicu Berbagai Penyakit Berat
Ilustrasi obesitas. Shutterstock/Shutterwolf
JATENG | 11 Oktober 2021 15:00 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Kelebihan berat badan dapat dikatakan menjadi salah satu tanda yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Orang yang memiliki berat badan berlebih biasanya cenderung sulit untuk bergerak. Bukan hanya itu, orang yang kelebihan berat badan juga sering kali memiliki napas pendek atau terengah-engah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tidak heran, jika orang gemuk biasanya cepat merasa lelah ketika harus melakukan kegiatan yang melibatkan lebih banyak gerakan. Kondisi ini pun cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Bukan hanya itu, kondisi ini juga dapat mengancam kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa bahaya obesitas bagi kesehatan yang harus Anda perhatikan. Kondisi berat badan berlebih dikatakan menjadi salah satu faktor utama yang memicu berbagai macam penyakit berat seperti osteoarthritis, batu empedu, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol tinggi. Bukan hanya itu, obesitas juga bisa menyebabkan penyakit kanker yang dapat memberikan ancaman kematian.

Dengan begitu, bagi Anda yang memiliki kondisi berat badan berlebih atau obesitas perlu segera mengatur pola makan dengan baik untuk membantu menurunkan berat badan yang lebih sehat. Gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga juga perlu dilakukan untuk mendukung proses penurunan berat badan yang lebih efektif.

Melansir dari WebMD, berikut kami rangkum beberapa bahaya obesitas bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai.

2 dari 4 halaman

Masalah Pernapasan hingga Radang Sendi

napas
©www.wikihow.com

Masalah Pernapasan

Bahaya obesitas bagi kesehatan yang pertama dapat menyebabkan masalah pada pernapasan. Kondisi tubuh yang lebih besar dapat mencegah paru-paru mengembang sepenuhnya dan otot-otot pernapasan tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, Anda tidak dapat menghirup cukup udara saat bernapas.

Dalam hal ini, Anda akan cenderung cepat lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sekalipun aktivitas yang ringan seperti menaiki tangga. Kondisi berat badan berlebih juga dapat memperburuk gejala asma dan PPOK.

Hati Berlemak

Bahaya obesitas bagi kesehatan berikutnya adalah penyakit hati berlemak. Ketika Anda mempunyai berat badan berlebih, lemak dapat menumpuk pada organ hati. Kondisi ini dapat membuat jaringan parut atau sirosis yang dapat menurunkan fungsi kerja hati.

Bahkan ini bisa menyebabkan organ hati tidak berfungsi sepenuhnya. Parahnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala bahkan hingga organ hati telah rusak. Meskipun tidak diketahui secara pasti penyebab hati berlemak, namun kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor pemicunya.

Osteoarthritis

Bahaya obesitas bagi kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan osteoarthritis. Kondisi tubuh yang gemuk biasanya akan mendapatkan lebih banyak ketegangan pada bagian tulang rawan dan sendi. Inilah yang menyebabkan gangguan nyeri atau rasa sakit dan kaku yang sering dirasakan oleh orang dengan berat badan berlebih.

Lebih lanjut, kondisi ini akan menyebabkan peradangan yang sering disebut dengan osteoarthritis. Dengan begitu, Anda yang memiliki risiko ini segera perbaiki pola makan dan terapkan gaya hidup sehat untuk membantu menurunkan berat badan secara efektif.

3 dari 4 halaman

Kolesterol hingga Diabetes

010 magang
©2017 istock.com

Kolesterol Tinggi

Bahaya obesitas bagi kesehatan selanjutnya adalah gangguan kolesterol tinggi. Sering mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan jarang berolahraga memang bisa meningkatkan berat badan yang signifikan.

Lebih lanjut jika kondisi berat badan tidak dapat dikontrol dengan baik dan terus bertambah, ini akan menyebabkan peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan begitu, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, seperti gandum dan biji-bijian lainnya, kacang-kacangan, apel, anggur, stroberi, terong, dan okra untuk menurunkan kadar kolesterol jahat secara efektif.

Batu Empedu

Batu empedu juga termasuk salah satu risiko bahaya obesitas yang dapat mengancam kesehatan. Gangguan ini terjadi ketika empedu, jenis cairan pencernaan tidak mengalir melalui kantong empedu seperti seharusnya, sehingga bisa mengeras dan menjadi kerikil atau baru.

Dalam hal ini, wanita yang memiliki berat badan berlebih mempunyai risiko lebih tinggi daripada laki-laki. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk memperhatikan risiko ini dan mulai menerapkan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

Diabetes Tipe 2

Bahaya obesitas bagi kesehatan juga dapat memicu penyakit diabetes tipe 2. Perlu diketahui bahwa lemak yang menumpuk pada perut dikaitkan dengan resistensi insulin. Saat itulah tubuh membuat insulin, tetapi sel-sel dalam tubuh lainnya tidak dapat menggunakannya dengan benar untuk mengeluarkan glukosa dari darah.

Akibatnya, gula darah akan meningkat dari batas normal dan menjadi diabetes. Lebih lanjut gangguan diabetes ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan lain seperti jantung, saraf, mata, dan masih banyak lagi.

4 dari 4 halaman

Asam Urat hingga Kanker

ilustrasi tekanan darah tinggi
Shutterstock/Krasimira Nevenova

Encok

Encok juga menambah daftar panjang bahaya obesitas bagi kesehatan yang perlu Anda perhatikan. Encok merupakan kondisi asam urat yang menumpuk di tubuh, membentuk kristal seperti jarum yang membuat sendi seperti jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut sakit.

Kemungkinan gejala akan semakin parah ketika banyak lemak menumpuk dalam perut, terutama jika Anda juga memiliki masalah gula dan kolesterol tinggi. Diet jantung sehat dan kebiasaan olahraga dapat membantu menurunkan kadar asam urat serta berat badan Anda.

Tekanan Darah Tinggi

Bahaya obesitas bagi kesehatan juga dapat meningkatkan tekanan darah tinggi. Dalam hal ini, ketika Anda memiliki berat badan berlebih, jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan dan mengalirkan darah ke seluruh sel dalam tubuh. Kekuatan ini juga bisa mendorong kerusakan dinding arteri yang menjadi jalan serta pelindung aliran darah.

Jika dibiarkan begitu saja, tentu ini akan mengancam kesehatan bahwa nyawa bagi seseorang. Dengan begitu, dokter menyarankan untuk rutin berolahraga 20-30 menit setiap hati, membatasi asupan natrium, dan tidak merokok, untuk mendukung berat badan yang lebih sehat.

Kanker

Bahaya obesitas bagi kesehatan terakhir yang tidak kalah penting yaitu dapat memicu penyakit kanker. Perlu diketahui bahwa orang yang memiliki berat badan berlebih mempunyai risiko penyakit kanker yang lebih tinggi. Ini termasuk kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan ginjal.

Gangguan ini terjadi tidak lain karena sel lemak yang membuat hormon mengubah cara sel tumbuh dalam tubuh. Selain itu, konsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko kanker yang lebih tinggi. Dengan begitu, penting untuk mengatur pola makan yang sehat dan bergizi seimbang demi kesehatan tubuh yang lebih baik.

(mdk/ayi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami