Kemenag dan RSI Banjarnegara Ciptakan Tabung Gas Pembasmi Virus, Begini Cara Kerjanya

Kemenag dan RSI Banjarnegara Ciptakan Tabung Gas Pembasmi Virus, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi tabung virus. ©Shutterstock.com/itsmejust
JATENG | 15 Oktober 2021 18:47 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di masa pandemi ini, segala bentuk inovasi harus terus menerus diciptakan agar kasus COVID-19 bisa ditekan. Walaupun tren kasus terus menunjukkan penurunan, namun ancaman gelombang 3 terus membayangi, terutama saat memasuki libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Hal itulah yang disadari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara. Menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, mereka menciptakan tabung pembasmi virus yang diharapkan bisa mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Lantas seperti apa cara kerja tabung pembasmi virus itu? dan seperti apa penerapannya? Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Cara Kerja Tabung Pembasmi Virus

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Agus Suryo mengatakan bahwa alat pembasmi virus tersebut terbuat dari paralon sepanjang satu meter yang di bagian bawahnya tersambung dengan paralon yang ukurannya lebih besar. Pada salah satu ujung bagian dalam paralon itu, dipasang sebuah lampu ultraviolet. Sedangkan ujung lainnya sebagai tempat blower yang berfungsi menyedot udara dari luar.

“Pemasangannya berdiri dengan ujung paralon yang ada lampunya di bagian atas. Cara kerja alat ini, udara bebas disedot oleh blower yang ada di bagian bawah, kemudian di dalam tabung tersebut ada lampu ultraviolet yang berfungsi membunuh kuman dan virus. Secara otomatis udara yang keluar sudah bersih,” kata Agus dikutip dari ANTARA pada Kamis (14/10).

Agus menambahkan untuk ruangan berukuran 4x4 meter cukup dipasang satu tabung di sudut ruangan. Untuk satu tabungnya, daya listrik yang dibutuhkan adalah 20 watt.

3 dari 3 halaman

Penggunaan Tabung Pembasmi Virus

ilustrasi tabung virus©Shutterstock.com/itsmejust

Dalam keterangannya, Agus mengatakan bahwa pembuatan alat tersebut dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan segera dimulai di wilayah tersebut. Pihaknya berencana mendistribusikan alat-alat itu ke seluruh sekolah yang berada di bawah Kantor Kemenag Banjarnegara.

Terkait dengan inovasi tersebut, Direktur RS Islam Banjarnegara, dr Agus Ujianto SpB mendukung penuh Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara dalam membuat terobosan bagi pelajar. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya pencegahan dan hal tersebut jauh lebih baik daripada mengobati.

“Dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka ini akan semakin baik. Pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Saya kira langkah ini akan diikuti oleh Kantor Kemenag kabupaten/kota lain. Tujuannya kesehatan pelajar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarnegara itu.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami