Banjir dan Longsor Landa Banyumas di Tengah Wabah Corona, Ini 4 Faktanya

Banjir dan Longsor Landa Banyumas di Tengah Wabah Corona, Ini 4 Faktanya
JATENG | 7 April 2020 17:07 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Di saat wabah Corona merebak, Indonesia juga tak luput ditimpa bencana alam. Berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan gunung meletus terjadi justru di saat wabah Corona menyebar. Salah satu bencana itu dialami warga Kecamatan Gumelar dan Kecamatan Lumbir, Banyumas.

Dilansir dari Antara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti melaporkan tanah longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu (4/4) siang hingga malam hari.

“Berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan, bencana tersebut terjadi di tujuh desa dari dua kecamatan, yaitu Gumelar dan Lumbir,” kata Titik dikutip dari Antara.

Atas peristiwa itu, akses jalan menjadi tertutup dan banyak rumah yang rusak akibat terjangan longsor. Berikut selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Terjadi di Dua Kecamatan

tanah longsor di banjarnegara

2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Peristiwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di Banyumas melanda dua kecamatan di sana, yaitu Kecamatan Gumelar dan Kecamatan Lumbir. Di Kecamatan Gumelar, terjadi peristiwa longsor yang menimpa empat rumah, sementara itu beberapa rumah lainnya terancam. Sementara di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, dilaporkan longsor menyebabkan sebuah jembatan putus.

"Berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan, bencana tersebut terjadi di tujuh desa dari dua kecamatan, yakni Gumelar dan Lumbir. Di Desa Cingebul, Lumbir, dilaporkan ada jembatan yang putus," ujar Titik dilansir Antara.

2 dari 4 halaman

Merusak Sejumlah Bangunan

di depok

2018 Merdeka.com

Dilansir dari Antara, hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Gumelar menyebabkan terjadinya tanah longsor di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan Titik, longsor yang terjadi mengenai dua rumah warga di Desa Samudra Kulon dan Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Selain itu, longsor juga menutup akses jalan di Kecamatan Gumelar pada beberapa lokasi.

Sementara itu di Desa Cilangkap, tanah longsor menyebabkan dinding rumah warga jebol. Tak hanya longsor, pohon tumbang juga menimpa rumah warga di Desa Gancang dan Desa Kedungurang.

3 dari 4 halaman

Banjir Bandang

banjir bandang di kecamatan ijen

2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

Selain longsor dan pohon tumbang, banjir bandang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gumelar. Berdasarkan keterangan Titik, banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Cipandan yang menerjang Kampung Grumbul, Padawaras, dan Capiturang di Desa Gumelar. Beberapa wilayah di Desa Cihonje, Gumelar juga tergenang banjir akibatnya meluapnya Sungai Tajur.

"Atas peristiwa itu, sebuah tembok keliling rumah warga dan warung sayur nonpermanen rusak akibat terjangan banjir itu. Namun sekarang ini banjir bandang di Desa Gumelar telah surut," ujar Titik dilansir Antara.

4 dari 4 halaman

Warga Mengungsi Takut Longsor Susulan

Selain wilayah Gumelar dan Lumbir yang berada di Kabupaten Banyumas, longsor dan banjir juga terjadi di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Menurut Camat Karangpucung Martono, hujan lebat yang terjadi Sabtu (4/4) siang hingga malam hari menyebabkan fondasi jembatan di Desa Bengbulan ambruk, sementara itu sebuah sawah seluas 1 hektar juga terancam gagal panen akibat tanggul jebol.

"Selain itu, warga yang tinggal di sana juga terpaksa mengungsi. Ada 14 kepala keluarga dan 60 jiwa di sana. Mereka mengungsi untuk menghindari longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka," ujar Martono dilansir Antara.

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami