Berencana Kembangkan UMKM di Semarang, Ridwan Kamil Beberkan Strategi Ini

Berencana Kembangkan UMKM di Semarang, Ridwan Kamil Beberkan Strategi Ini
Ridwan Kamil di Semarang. ©2021 jabarprov.go.id// Merdeka.com
JATENG | 20 Oktober 2021 16:47 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil memproyeksikan jika kawasan Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah, merupakan kawasan yang bagus untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Didasarkan pada kondisi yang tertata rapi, ia memaparkan sejumlah strategi guna meningkatkan peluang kerja sama antara Provinsi Jabar dengan daerah berjuluk Kota Lumpia itu.

“Kami ingin berbagi pengalaman dengan Jawa Tengah khususnya di sektor industri kreatif." terang mantan Wali Kota Bandung yang kerasan disapa Kang Emil, melansir laman jabarprov.go.id, Rabu (20/10).

2 dari 3 halaman

Bidang Kuliner

Saat berada di Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/10) untuk merambah rencana investasi UMKM, Emil mengatakan jika kuliner menjadi salah satu peluang yang akan dikembangkan.

"Termasuk rencana menambah investasi di bidang kuliner, di Kota Lama Semarang saat ini sudah ada ikan bakar Cianjur,” terangnya.

Mengenalkan Kelokalan Jabar di Jateng

Dalam kunjungannya, ia berharap Jabar dan Jateng bisa saling berkolaborasi dan belajar kreativitas dari kearifan lokal daerah masing-masing.

Terlebih saat ini, wilayah sejarah Kota Lama sedang dikerjakan dan terus disempurnakan, sehingga bisa meningkatkan potensi pariwisata, ekonomi di Semarang, Jawa Tengah.

“Sebagai arsitek saya mengapresiasi preservasi wilayah sejarah Kota Lama yang luar biasa ini. Kota Lama yang sedang dikerjakan dan terus disempurnakan, luar biasa keren. Makin banyak interaksi dengan daerah lain akan makin keren. Mari kita maju bersama-sama,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

UMKM Semarang Dikagumi Ridwan Kamil

ridwan kamil di semarang
Ridwan Kamil di Semarang ©2021 jabarprov.go.id// Merdeka.com

Menurut Ridwan Kamil, kreativitas perlu dicari dan dikembangkan sehingga kerja sama keduanya bisa segera terwujud.

Di kesempatan itu, Emil juga menyempatkan diri membeli produk kriya UMKM yang diperjualbelikan di Kota Lama. Seperti jam tangan dari kayu dan batik-batik merah warak ngendhog.

“Saya beli jam dari kayu yang keren sekali, tapi strepnya dari kain tenun. Selain itu beli batik-batik merah. Saya baru belajar dan tahu ada simbol Semarang warak ngendhog,” ujarnya.

Jateng Belajar Dari Jabar

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan siap membuka lebar kerja sama antara Jateng dan Jabar di sektor UMKM.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, setiap daerah harus bersama-sama membangkitkan sektor UMKM-nya dan berkolaborasi merupakan salah satu jalan memulihkan keadaan.

“Saya berharap supaya nanti untuk tahun depan kita berkolaborasi secepatnya. UMKM yang disampaikan betul karena pandemi jadi kita harus satu dengan yang lainnya harus mengisi, Jabar dan Jateng misalnya,” kata Yasin.

Yasin menambahkan, Jabar memiliki banyak potensi di banyak bidang sehingga kerap menjadi juara. Salah satunya saat di perhelatan PON XX/2021 Papua, di mana Jabar berhasil menjadi juara umum.

“Memang bagus untuk Jateng harus belajar dari Jabar,” ungkapnya.

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami