Berpotensi Terjadi Lahar Dingin, Begini Kondisi Penambangan Pasir Lereng Merapi

Berpotensi Terjadi Lahar Dingin, Begini Kondisi Penambangan Pasir Lereng Merapi
Aktivitas Penambangan Pasir Lereng Merapi. ©YouTube/Fokus Indosiar
JATENG | 23 November 2021 11:55 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi begitu intens belakangan ini menyisakan banyak material letusan di puncak. Bila hujan terjadi di puncak Gunung Merapi, material sisa letusan itu akan terbawa ke bawah dan hanyut melalui sungai-sungai yang berhulu di gunung itu. Di sepanjang sungai, sisa-sisa letusan ini membentuk lahar dingin dan membuat arus serta volume air menjadi lebih besar dari biasanya.

Munculnya lahar dingin ini menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Merapi serta para penambang yang menambang pasir di sungai itu.
Namun seiring ancaman lahar dingin Merapi yang meningkat di musim hujan ini, penambangan pasir di sungai-sungai itu kian marak.

Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Penambangan Pasir Makin Marak

aktivitas penambangan pasir lereng merapi

©YouTube/Fokus Indosiar

Dilansir dari kanal YouTube Fokus Indosiar pada Senin (22/11), penambangan pasir dan batu terus dilakukan di aliran Sungai Gendol, Cangkringan, Sleman. Hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir justru membawa keuntungan bagi para penambang karena aliran air membawa material gunung yang dianggap sebagai keuntungan.

Namun pihak kelurahan meminta pada para penambang untuk waspada karena cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan aliran lahar dingin. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sebelumnya telah menutup 14 lokasi tambang pasir ilegal karena dikhawatirkan dapat merusak daerah resapan air di wilayah lereng Gunung Merapi.

3 dari 3 halaman

Permintaan GKR Hemas

aktivitas penambangan pasir lereng merapi©YouTube/Fokus Indosiar

Sebelumnya pada Minggu (21/11), anggota DPD RI yang juga istri Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat yang ada di Kecamatan Cangkringan untuk tidak melakukan penambangan pasir di wilayah setempat.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, saya titip ya. Tanah di sini jangan ditambang. Cangkringan itu salah satu wilayah sumber air di DIY,” kata GKR Hemas dikutip dari ANTARA.

Menanggapi hal ini, Lurah Argomulyo, Cangkringan, Danang Hendri Wibowo memastikan sudah tidak ada aktivitas penambang pasir menggunakan alat berat di wilayahnya. Walau begitu ia mengakui masih ada aktivitas penambangan pasir di beberapa titik wilayah Argomulyo yang dilakukan masyarakat.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami