Mengenal Bripda Denny, Sosok Polisi yang Tampan dan Pintar Mengaji

Mengenal Bripda Denny, Sosok Polisi yang Tampan dan Pintar Mengaji
JATENG | 12 Mei 2020 04:00 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Sosok aparat kepolisian yang tampan ini sempat mencuri banyak perhatian warganet karena suaranya ketika mengaji. Selain penampilannya yang rupawan dan suara merdunya saat mengaji, ternyata bacaan mengajinya pun juga sangat fasih.

Aparat kepolisian tersebut adalah Bripda Denny Zubaidi Kurniawan, seorang aparat kepolisian yang bertugas di wilayah Polres Wonogiri, Jawa Tengah. Ternyata, Denny yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo tersebut sudah sering mengaji sejak kecil.

1 dari 4 halaman

Wajib Mengaji Sedari Dini

bripda denny mengaji

Sumber Foto : Liputan6

Informasi yang dilansir dari Liputan6.com, Denny merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara dari pasangan Triyono dan Suswanti. Ke dua orang tuanya itulah yang mengharuskan semua anak-anaknya mengaji bersama dan belajar mengenal huruf hijaiyah.

"Sejak kecil didik harus mengaji. Biasanya setelah Magrib. Kami harus mengikuti taman pendidikan Alquran (TPQ). Pulang TPQ masih diajari membaca Alquran sampai fasih," ungkap Deny.

Sedangkan untuk proses belajarnya pun ternyata tidak memberatkan sama sekali. Denny dan saudara-saudaranya diharuskan membaca minimal satu ruku' setiap mengaji.

2 dari 4 halaman

Kebiasaan yang Tidak Bisa Hilang

Namun, pada proses pembelajaran tersebut, Denny malah membaca lebih banyak, bahkan bisa sampai satu juz.

Pada akhirnya kebiasaan mengajinya itu tidak bisa dihilangkannya. Berawal dari masih kecil hingga sekarang dirinya sudah menjadi aparat kepolisian.

Bahkan, Denny bisa mengkhatamkan Al-Quran empat sampai lima kali dalam satu tahun.

“Setahun ya antara empat sampai lima kali khatam. Kalau Ramadan, semangat berlimpah,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Juara MTQ

Dari proses didikan orang tuanya itu, Denny juga diajarkan untuk membaca Al-Quran dengan menggunakan nada. Sampai akhirnya Denny menjadi qari atau orang yang mahir dalam seni membaca kitab suci Al-Quran.

"Dari kecil dididik ibu. Sekeluarga harus bisa qiro dan tilawah Al-Quran. Setiap hari minimal harus membaca satu ruku’,” tuturnya.

Kemahiran Denny dalam membaca kitab suci Al-Quran tersebut akhirnya juga bisa membuat Denny menjadi juara Musaabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat kabupaten maupun eks-Karesidenan Surakarta pada 2016. Bahkan, Denny tidak hanya sekali saja menjadi juara.

Denny yang juga alumni SMKN 2 Sukoharjo itu juga berulang kali melafalkan ayat suci Al-Quran di hadapan para pejabat aparat kepolisian dan kerabat-kerabatnya di Jawa Tengah.

"Bapak Kapolda kan sering ada agenda khataman Al-Quran untuk para anggota Polri di Masjid Polda Jateng. Saya pernah diberi kesempatan membaca Al-Quran dalam event tersebut,” tambahnya.

4 dari 4 halaman

Tak Bisa Tinggalkan Mengaji Walau Jadi Polisi

Kesibukannya bertugas menjadi aparat kepolisian tidak membuat Denny meninggalkan kebiasaan mengajinya tersebut. Bahkan, di saat bulan Ramadhan di tengah pandemi virus corona ini, banyak yang membutuhkan kemampuan Denny yang juga bertugas di Sub Bagian Humas Polres Wonogiri.

“Selama Ramadan, mengaji minimal satu juz. Harapannya bisa khatam Al-Quran saat akhir Ramadan,” tuturnya.

Denny juga mengungkapkan bahwa kenikmatan mengaji itu tidak bisa digambarkan secara verbal dan ketika dirinya tidak mengaji, rasanya seperti ada yang kurang.

“Yang jelas kalau enggak mengaji rasanya ada yang kurang,” tambahnya.

(mdk/dem)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami