Bukan Likuifaksi, Ini Kata LIPI Soal Fenomena Tanah Bergerak di Kebumen

Bukan Likuifaksi, Ini Kata LIPI Soal Fenomena Tanah Bergerak di Kebumen
JATENG | 3 November 2020 09:46 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Sabtu (31/10) fenomena tanah bergerak terjadi Dusun Pesimpa Desa Grenggen, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Fenomena itu terjadi setelah hujan lebat yang tak kunjung berhenti.

Secara sekilas, fenomena itu mirip peristiwa likuifaksi yang terjadi setelah gempa besar melanda Palu pada 2018 lalu. Mengacu dalam lamanitb.ac.id,Ahli Geologi, Dr.Eng.Imam Achmad Sadisun menjelaskanfenomena likuifaksi secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan material yang padat (solid), dalam hal ini berupa endapan sedimen atau tanah sedimen, yang akibat kejadian gempa, material tersebut seakan berubah karakternya seperti cairan (liquid).

Sementara itu, dilansir dari Rri.co.id, Ketua RT 05 Dusun Pesimpa Sutijo mengatakan bahwa fenomena tanah bergerak di Kebumen terjadi secara bertahap. Pada awalnya getaran dan tanah bergerak turun seperti longsor di lahan sedalam 300 meter.

Hujan lebat yang terjadi cukup lama membuat pergerakan tanah justru semakin meluas. Akibatnya, dua keluarga yang terdiri atas tujuh orang terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Kebumen kemudian menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam menganalisis fenomena itu. Lalu apa kata LIPI tentang fenomena tersebut? Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Bukan Likuifaksi...

Halaman

(mdk/shr)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami